Ceramah MTSL: Staf Ahli Gubernur Kalteng Ajak CPNS Tanamkan Nilai Huma Betang dan Pahami Arah Pembangunan Daerah

Staf Ahli Gubernur Kalteng bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hamka, saat menyampaikan materi MTSL. Staf Ahli Gubernur Kalteng bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hamka, saat menyampaikan materi MTSL. (Kemal/Rendy)/Edt:WP.
banner 468x60

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hamka, menekankan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dan pemahaman terhadap arah pembangunan daerah dalam Ceramah Muatan Teknis Substansi Lembaga (MTSL) yang digelar secara virtual, Selasa (23/7/2025).

Ceramah ini merupakan bagian dari Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II Angkatan II dan Golongan III Angkatan VI hingga X yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah.

Ajak ASN Pahami Visi Pembangunan

Dalam paparannya, Hamka menjelaskan bahwa ASN harus memiliki pemahaman menyeluruh mengenai visi pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Menurutnya, ASN bukan hanya pelaksana teknis, tetapi juga agen perubahan yang harus mampu menerjemahkan arah kebijakan pembangunan ke dalam tindakan nyata di lapangan.

“ASN harus mampu membaca arah kebijakan pemerintah daerah dan berperan aktif dalam pembangunan, bukan sekadar menjalankan tugas administratif,” ujarnya.

Nilai Huma Betang Sebagai Pondasi Etika ASN

Hamka juga menekankan filosofi Huma Betang sebagai nilai dasar yang harus dipegang teguh oleh ASN di Kalimantan Tengah. Nilai ini, yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman, gotong royong, serta keadilan sosial, menurutnya sangat relevan untuk membentuk karakter ASN yang inklusif, profesional, dan berintegritas.

“Nilai Huma Betang bukan hanya simbol budaya, tetapi juga panduan moral dalam memberikan pelayanan publik yang adil dan berkeadilan,” tegasnya.

Kepala BPSDM: ASN Harus Paham Konteks Lokal

Kepala BPSDM Kalteng, Nunu Andriani, turut menggarisbawahi pentingnya ASN yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter kuat, dan kesadaran terhadap tantangan serta potensi lokal. Ia menyebut, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga wawasan ideologis dan budaya.

Pelatihan ini diikuti ratusan peserta CPNS yang tersebar dari berbagai instansi di Kalteng. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan sejumlah peserta mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan terkait penerapan nilai Huma Betang di tempat kerja mereka.

Ceramah MTSL ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter ASN muda di Kalimantan Tengah. Dengan memahami arah pembangunan dan menanamkan nilai lokal, diharapkan CPNS lulusan Latsar ini siap menjadi pilar birokrasi yang modern namun tetap berakar kuat pada jati diri daerahnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *