Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan komitmennya terhadap penguatan pendidikan keagamaan dengan ikut serta dalam Focus Group Discussion (FGD) penyusunan visi dan misi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya untuk tahun 2025.
FGD tersebut digelar dalam rangka menyusun arah strategis dan rencana pengembangan institusi pendidikan tinggi berbasis Hindu di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, yang hadir langsung memberikan masukan mewakili Gubernur Kalteng.
Dalam sambutannya, Yuas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut penyusunan visi dan misi bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan fondasi penting bagi arah kebijakan dan pengembangan lembaga pendidikan ke depan. Terlebih, IAHN Tampung Penyang memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan tinggi Hindu satu-satunya di Kalimantan.
“IAHN tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga agen pelestari budaya lokal dan penguat nilai-nilai spiritual serta kearifan masyarakat Dayak,” ujarnya.
FGD ini turut diikuti oleh jajaran pimpinan IAHN, para dosen, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Kementerian Agama RI, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu.
Rektor IAHN Tampung Penyang, Dr. I Ketut Donder, menyampaikan bahwa visi dan misi yang tengah disusun akan mencerminkan identitas kelembagaan yang berakar pada nilai-nilai Hindu Nusantara, budaya lokal Kalimantan, serta menjawab tantangan global.
Melalui FGD ini, diharapkan lahir arah visi dan misi yang konkret, terukur, dan mampu menjadikan IAHN sebagai lembaga unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Hindu dan kearifan lokal.
Pemerintah Provinsi Kalteng menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi mendukung pengembangan IAHN, terutama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.








