Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengambil langkah konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin terasa di tingkat lokal. Melalui kegiatan kick-off meeting dan bimbingan teknis yang berlangsung di Palangka Raya, Kalteng resmi memulai penyusunan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) sebagai strategi memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman lingkungan hidup yang makin kompleks.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng, Sunarti, yang mewakili Plt. Sekretaris Daerah. Ia menekankan pentingnya dokumen RAD API sebagai panduan kebijakan pembangunan yang adaptif terhadap dinamika iklim dan lingkungan. Sunarti menyatakan, penyusunan ini merupakan bentuk keseriusan Pemprov dalam menghadapi tantangan ekologis jangka panjang.
“Perubahan iklim bukan ancaman masa depan lagi. Itu sudah menjadi kenyataan hari ini. Maka perlu langkah terstruktur dan inklusif untuk menjawabnya,” ujarnya.
Kerja Kolaboratif untuk Rencana Strategis
Dalam kegiatan ini, berbagai pemangku kepentingan dilibatkan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, serta mitra pembangunan internasional seperti Hanns Seidel Foundation Indonesia. Keterlibatan banyak pihak ini bertujuan menghasilkan rencana aksi yang kuat secara teknis, relevan secara lokal, dan bisa diimplementasikan secara lintas sektor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng, Joni Harta, menyampaikan bahwa RAD API nantinya akan menjadi dokumen operasional yang mengatur langkah-langkah adaptasi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, air, hingga kesehatan masyarakat.
Krisis Iklim: Dampak Nyata di Daerah
Kalteng termasuk daerah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Fenomena seperti kenaikan suhu udara, musim hujan yang tak menentu, kekeringan ekstrem, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin sering terjadi. Situasi ini mengganggu ketahanan pangan, menurunkan kualitas udara, dan menambah beban terhadap sistem kesehatan masyarakat.
Melalui RAD API, Kalteng akan menyusun langkah sistematis untuk memperkuat infrastruktur, tata kelola air, dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana iklim.
Dukung Pembangunan Rendah Karbon
Selain fokus pada adaptasi, dokumen ini juga akan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan rendah karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam agenda global perubahan iklim, seperti Paris Agreement.
“RAD API bukan hanya tentang menyelamatkan lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan ruang hidup yang aman dan layak bagi generasi mendatang,” kata Joni Harta.
Arah Kebijakan Berbasis Data dan Partisipasi
Penyusunan RAD API akan melibatkan analisis risiko iklim berbasis data dan pemetaan wilayah rentan. Prosesnya diharapkan melibatkan partisipasi dari pemerintah kabupaten/kota, komunitas lokal, dan lembaga penelitian agar dokumen ini benar-benar menjadi milik bersama.
Menuju Kalteng yang Tangguh Iklim
Dengan penyusunan RAD API, Kalteng menunjukkan komitmen untuk tidak hanya menanggapi perubahan iklim secara reaktif, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang yang terukur dan terencana.
Langkah ini merupakan bagian dari visi pembangunan berkelanjutan Kalimantan Tengah yang menempatkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sebagai satu kesatuan.








