Pemprov Kalteng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Karhutla

Pengecekan Helikopter yang akan di gunakan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (PPID BPBD Prov. Kalteng)/Edt:WP.
banner 468x60

Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah tegas dengan menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Program ini mendapat dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana.

Kegiatan koordinasi dan verifikasi pesawat udara untuk mendukung pelaksanaan OMC dilaksanakan pada Selasa (5/8/2025) di Kantor Operasional Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Palangka Raya. Rapat dipimpin oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, mewakili Kepala Pelaksana BPBD, serta dihadiri oleh unsur lintas sektor.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Rencana pelaksanaan OMC ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana karhutla, khususnya dalam mengantisipasi dampak musim kemarau yang saat ini mulai dirasakan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Alpius.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan tim gabungan dari BMKG, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia, Lanud Iskandar Pangkalan Bun, serta Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng. Hadir pula perwakilan dari BNPB pusat dan Komandan Lanud, sebagai bukti komitmen kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi potensi karhutla.

OMC akan dilakukan dengan teknik penyemaian awan menggunakan bahan kimia khusus, yang bertujuan mempercepat terbentuknya hujan buatan. Teknologi ini dinilai efektif untuk membasahi lahan gambut yang rentan terbakar dan sulit dijangkau oleh tim darat, apalagi saat curah hujan alami menurun drastis.

“Kami berharap melalui OMC, peluang terjadinya karhutla skala besar bisa ditekan sedini mungkin. Upaya ini akan lebih efektif jika didukung kerja sama semua pihak dan kesiapsiagaan masyarakat,” tambah Alpius.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa OMC bukan satu-satunya solusi. Pencegahan tetap memerlukan pengawasan lapangan, patroli terpadu, dan penegakan hukum terhadap praktik pembakaran lahan secara ilegal. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menjamin efektivitas respons terhadap ancaman bencana.

Pemprov Kalteng menargetkan OMC bisa segera dilaksanakan begitu seluruh unsur teknis dan logistik siap. Langkah ini menjadi bagian dari respon cepat daerah untuk mencegah kabut asap yang kerap melanda wilayah Kalteng pada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *