DPRD Barito Utara Soroti Distribusi Air PDAM, Warga Desa Lemo Keluhkan Krisis Air Bersih

Anggota DPRD Barito Utara Patih Herman AB saat menyampaikan aspirasi masyarakat terkait gangguan distribusi air bersih kepada pihak PDAM Muara Teweh. (Foto: Istimewa).
banner 468x60

MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mendatangi kantor PDAM Muara Teweh guna menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait distribusi air bersih di Desa Lemo I dan Desa Lemo II, Selasa (5/5/2026).

Kedatangan legislator tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat distribusi air PDAM yang kerap terganggu, terutama saat terjadi pemadaman listrik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Patih Herman AB, persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat adalah terhentinya aliran air ketika listrik padam. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga menjadi terganggu karena kebutuhan air sehari-hari tidak terpenuhi secara maksimal.

“Kalau listrik padam, distribusi air juga ikut berhenti. Ini yang menjadi keluhan utama masyarakat Desa Lemo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di beberapa titik wilayah Desa Lemo I, air bahkan tidak mengalir sama sekali sehingga warga terpaksa menggunakan mesin penyedot air secara bergantian agar tetap mendapatkan pasokan air bersih.

“Warga sampai harus menggunakan mesin penyedot air dan dipakai bergantian. Ini tentu sangat menyulitkan masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, keluhan juga datang dari masyarakat di kawasan sekitar SPBU Perusda Jalan Pendreh yang mengalami persoalan serupa terkait distribusi air bersih.

Dalam pertemuan tersebut, Patih Herman AB meminta pihak PDAM segera mengambil langkah konkret, mulai dari peningkatan kapasitas mesin, penambahan penampungan air, hingga perbaikan jaringan distribusi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

Sementara itu, Direktur PDAM Muara Teweh, Rosmanjaya Anor, menyampaikan bahwa salah satu kendala teknis yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan kapasitas jaringan kabel listrik yang digunakan untuk mendukung distribusi air.

Menurutnya, PDAM membutuhkan kabel berkapasitas lebih besar sepanjang sekitar 200 meter agar distribusi air dapat berjalan lebih optimal ke wilayah terdampak.

“Selain itu, kami juga telah menyusun proposal rencana anggaran biaya untuk perbaikan jaringan di Desa Lemo I dan Lemo II, termasuk penggantian pipa berukuran lebih besar dan penambahan mesin pendukung,” jelasnya.

DPRD Barito Utara berharap persoalan distribusi air bersih tersebut dapat segera ditangani sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan pelayanan PDAM semakin optimal bagi warga.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *