DPRD Barito Utara Minta Orang Tua Tak Lepas Pengawasan Anak Saat Bermain di Sungai Barito

Aktivitas masyarakat di kawasan Sungai Barito, Barito Utara. DPRD mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang bermain atau mandi di sungai untuk mencegah kecelakaan.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Aktivitas anak-anak di sekitar Sungai Barito mendapat perhatian DPRD Kabupaten Barito Utara. Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, mengingatkan para orang tua agar tidak lengah mengawasi anak ketika mandi atau bermain air di sungai.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi agar pengalaman musibah yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak kembali terulang. Kondisi Sungai Barito yang dapat berubah, baik ketika debit air surut maupun saat terjadi banjir, dinilai membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut H. Tajeri, keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi keluarga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar bantaran sungai.

“Kami mengimbau kepada semua lapisan masyarakat Barito Utara agar waspada kalau anak-anak dan semuanya mandi atau bermain air di Sungai Barito. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat air surut dan banjir pernah terjadi musibah yang serupa,” ujar H. Tajeri, Selasa (1/9/2026).

Ia menilai kondisi sungai tidak selalu dapat diprediksi hanya dengan melihat permukaan air. Perubahan arus, kedalaman dan kondisi dasar sungai dapat menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memutuskan untuk berenang atau bermain air.

Karena itu, H. Tajeri meminta masyarakat membangun kebiasaan mengutamakan keselamatan, terutama ketika anak-anak berada di sekitar Sungai Barito.

“Percaya atau tidak silakan, tetapi waspada saya rasa tidak ada salahnya,” katanya.

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan. Pengawasan secara langsung dinilai lebih baik daripada membiarkan anak bermain sendiri di kawasan sungai tanpa pendampingan.

H. Tajeri juga berharap kejadian yang pernah terjadi dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat. Kesadaran untuk mengenali kondisi sungai dan mengutamakan keselamatan diharapkan dapat mencegah munculnya korban baru.

“Semoga ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga dan semoga tidak ada korban lagi seterusnya,” pungkasnya.

Ia mengajak masyarakat Barito Utara untuk tidak menganggap aktivitas di sungai sebagai hal yang sepenuhnya aman hanya karena sudah menjadi bagian dari keseharian. Kewaspadaan dan pengawasan keluarga menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi keselamatan anak.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *