Gubernur Kalteng Gelar Diskusi Bersama Wartawan, Tegaskan Komitmen Bangun Daerah Berbasis Transparansi dan Keadilan

Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat menggelar ramah tamah bertajuk Sharing dan Diskusi bersama jajaran pemerintah, dan para wartawan dari berbagai organisasi pers. (WDY/Foto:Fm).
banner 468x60

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menunjukkan kedekatannya dengan insan pers melalui acara bertajuk “Sharing dan Diskusi Bersama Gubernur” yang digelar di Istana Isen Mulang. Acara ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemimpin daerah dan ratusan wartawan dari berbagai organisasi media, sekaligus wujud apresiasi terhadap peran media dalam pembangunan daerah.

Sebelum memulai diskusi, Gubernur bersama sejumlah kepala OPD dan wartawan mengadakan joging sore santai, menempuh rute ringan di kawasan pusat kota Palangka Raya. Kegiatan ini mencairkan suasana dan menggambarkan komitmen membangun hubungan yang setara antara pemerintah dan media.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Plt. Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, menyebut kegiatan ini tak sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan jurnalis. Ia mencatat, sejak awal masa jabatan Gubernur hingga kini, terjadi lonjakan pemberitaan positif pembangunan daerah hingga 700 persen sebuah capaian yang menurutnya tak lepas dari peran aktif rekan-rekan media.

Gubernur Agustiar dalam paparannya menyampaikan bahwa dirinya tidak alergi terhadap kritik. “Saya tidak mungkin melihat semuanya sendiri. Media adalah mata dan telinga saya. Saya terbuka untuk masukan, karena dari sanalah perbaikan bisa dimulai,” ucapnya.

Dalam forum tersebut, Gubernur menyinggung berbagai isu penting: dari penertiban pertambangan ilegal, penanganan kendaraan angkutan tak berizin, hingga langkah konkret mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menyebut bahwa Pemprov Kalteng telah menghentikan operasional 14 perusahaan tambang karena pelanggaran izin.

Tak hanya soal pengawasan, Agustiar juga memaparkan visi besarnya melalui program Huma Betang Sejahtera (HBS) sebuah inisiatif untuk menyatukan delapan jenis bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat ke dalam satu kartu. Mulai dari BLT, kuliah gratis, layanan kesehatan berbasis KTP, bantuan nelayan-petani, hingga dukungan untuk tokoh-tokoh agama desa akan diintegrasikan melalui kartu HBS yang mulai digulirkan pada 2026.

“Kami siapkan Rp150 miliar sebagai dukungan nyata untuk pembangunan desa. Setiap desa akan menerima antara Rp250 hingga Rp500 juta. Ini bentuk komitmen untuk keadilan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi lokal melalui program Car Free Night Huma Betang. Tanpa menggunakan dana besar dari APBD, kegiatan ini mendatangkan hiburan dan sekaligus menghidupkan sektor UMKM di ibu kota provinsi.

Sebagai penutup, Agustiar memperkenalkan potensi pariwisata Kalimantan Tengah yang berbasis pelestarian lingkungan, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting, Sebangau, dan Nyaru Menteng. Semua upaya ini, menurutnya, merupakan bagian dari transformasi Kalimantan Tengah menuju provinsi yang maju, adil, dan lestari.

Ketua PWI Kalteng, M. Zainal, menyambut baik keterbukaan Gubernur. Ia berharap dialog semacam ini rutin digelar sebagai forum aspiratif dan jembatan antara pemerintah, media, dan masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *