MUARA TEWEH – Festival Tandak Intan Kaharingan XII Provinsi Kalimantan Tengah kembali digelar di Muara Teweh dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Barito Utara. Festival ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat seni tradisi Kaharingan di tengah arus modernisasi.
Acara yang dihadiri pimpinan DPRD Barito Utara dan ratusan peserta dari berbagai kabupaten ini menampilkan tandak, ritual adat, seni gerak, dan pertunjukan budaya khas masyarakat Kaharingan yang selalu sarat nilai spiritual.
Anggota DPRD Barito Utara dari PDIP, Naruk Saritani, menilai festival ini merupakan ruang pembinaan generasi muda untuk mengenal akar budayanya.
“Tandak Intan adalah warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur Kaharingan. Ini harus terus diwariskan, terutama kepada generasi muda. Festival ini adalah ruang belajar yang sangat penting,” ujar Naruk di Muara Teweh, Selasa (25/11/2025).
Ia menyatakan DPRD terbuka mendukung program kebudayaan, termasuk sanggar seni, pendidikan adat, hingga kegiatan pelestarian yang melibatkan sekolah dan komunitas.
“Pelestarian budaya tidak bisa hanya seremoni tahunan. Harus ada penguatan program dari sekolah hingga komunitas adat,” jelasnya.
Mewakili Gubernur Kalteng, Asisten II Herson B. Aden mengapresiasi antusiasme peserta dan penyelenggara. Ia menyebut festival ini bukan hanya arena kompetisi, tetapi wadah memperkuat persaudaraan, karakter generasi muda, dan kearifan lokal.
Festival dibuka secara simbolis melalui prosesi manyipet yang disertai pertunjukan tari dan ritual Manasai.








