Video Viral Diduga Rekam Awal Konflik Lahan Berdarah di Teweh Timur, 3 Pelaku Diamankan Polisi

Tangkapan layar video viral yang diduga memperlihatkan adu mulut sebelum konflik lahan berujung pembunuhan di Teweh Timur, Barito Utara.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Sebuah video singkat yang diduga merekam detik-detik sebelum terjadinya konflik berdarah di wilayah Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Dalam video tersebut terlihat adu mulut antara sejumlah pihak menggunakan bahasa daerah Bakumpai yang diduga berkaitan dengan persoalan sengketa lahan. Situasi kemudian memanas hingga berujung perkelahian fisik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam berbahasa bakumpai seorang wanita yang mengenakan pakaian merah mengatakan kakatuh inti e biar ikau katawan, ketuh mawi huma padahal ketoh te jadi katawan jituh lokasi iki, iki membuka e bi awal iki, jalan iki ji mawi, jembatan iki, ketoh te hanyar be tame menyelonong.

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “seperti ini lah intinya biar kalian tau, kalian membuat rumah padahal kalian sudah tau ini lokasi kami, kami yang membuka nya dari awal dari jalan dan jembatannya, kalian tu masuk kesini tiba-tiba masuk”.

Peristiwa ini diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan tragis yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) sore di kawasan pondok hutan. Insiden tersebut menewaskan lima orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat.

Kapolres Barito Utara Singgih Febiyanto dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026), membenarkan adanya tindak pidana pembunuhan dan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga terduga pelaku.

“Kami memastikan telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Jumlah korban enam orang, lima meninggal dunia dan satu mengalami luka berat. Motif sementara terkait sengketa lahan,” ujarnya.

Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial VN, LK, dan SA. Polisi saat ini masih terus melakukan pengembangan kasus, termasuk penelusuran barang bukti dan kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa berdarah tersebut terjadi di kawasan hutan dekat jalan hauling perusahaan di kilometer 95 wilayah Teweh Timur. Konflik dipicu oleh klaim kepemilikan lahan yang tidak menemukan titik temu antara kedua pihak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekelompok pelaku datang ke lokasi menggunakan kendaraan, lalu melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan diduga senjata api rakitan. Para korban bahkan sempat ditanya identitasnya sebelum diserang secara brutal.

Tidak hanya itu, pondok tempat para korban berada juga dibakar setelah kejadian. Salah satu korban luka berat saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasus ini kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian guna mengungkap secara tuntas motif dan seluruh pihak yang terlibat dalam tragedi tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *