PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Rapat Koordinasi Antisipasi Kenaikan Harga akibat dampak kenaikan BBM yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (20/4/2026).
Pertemuan ini diharapkan dapat membangun kebersamaan, memperkuat koordinasi, serta mengantisipasi berbagai permasalahan yang mungkin terjadi ke depan. Sebagaimana diketahui, persoalan BBM memiliki dampak yang sangat luas terhadap berbagai sektor.
Gubernur menjelaskan, berdasarkan data yang ada, kebutuhan BBM di Kalimantan Tengah cukup besar, dengan dukungan beberapa depot seperti di Pulang Pisau, Sampit, dan Pangkalan Bun. Oleh karena itu, distribusi harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi jumlah maupun pemerataan.
“Kami berharap adanya penyesuaian distribusi, khususnya pada wilayah-wilayah dengan aktivitas tinggi seperti perkebunan, pertambangan, dan pertanian. Hal ini penting agar distribusi BBM dan LPG dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa dampak distribusi BBM sangat luas, termasuk terhadap harga kebutuhan pokok dan inflasi daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebersamaan dan koordinasi yang kuat antar seluruh pihak.








