Paning Ragen Targetkan Pengaspalan Jalan Bukit Sawit Berlanjut Setiap Tahun

Kepala Desa Bukit Sawit Paning Ragen saat meninjau langsung program pengaspalan jalan desa Bukit Sawit belum lama ini, sekitar 1.400 meter jalan telah selesai diaspal.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Pemerintah Desa Bukit Sawit, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, menargetkan program pengaspalan jalan desa dapat terus dilanjutkan setiap tahun guna memperkuat konektivitas dan meningkatkan akses masyarakat.

Kepala Desa Bukit Sawit, Paning Ragen, mengatakan pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas desa yang telah direncanakan melalui mekanisme musyawarah bersama masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurutnya, pengaspalan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah desa yang kemudian disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

“Pengaspalan ini memang berlandaskan dari hasil musyawarah desa yang dilaksanakan BPD dan disepakati di Musrenbang Desa. Kita memutuskan pengaspalan ini memang harus dilaksanakan untuk peningkatan kapasitas jalan,” ujar Paning Ragen saat ditemui di kantornya, Senin (17/8/2026).

Paning menjelaskan, program pengaspalan jalan di Desa Bukit Sawit telah dimulai sejak 2025. Pada tahun tersebut, sekitar 950 meter jalan berhasil diaspal.

Program kemudian dilanjutkan pada 2026. Namun, pelaksanaannya menyesuaikan kondisi anggaran setelah adanya efisiensi.

“Untuk tahun 2026 karena ada efisiensi anggaran, kita cuma bisa mengaspal sekitar 450 meter. Jadi total yang sudah kita aspal di Desa Bukit Sawit kurang lebih 1.400 meter,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan tersebut tidak berhenti pada capaian saat ini. Jika kondisi anggaran memungkinkan, pemerintah desa menargetkan pengaspalan minimal 500 meter setiap tahun.

“Harapan saya memang terus berlanjut, artinya setiap tahun minimal 500 meter,” katanya.

Menurut Paning, pengaspalan secara bertahap diarahkan untuk menyelesaikan jalan poros desa yang memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat.

Jalan tersebut menjadi akses penghubung antardesa, antarkecamatan dan menuju wilayah kabupaten.

Ia berharap pembangunan dapat terus berjalan hingga seluruh ruas jalan poros yang menjadi prioritas desa dapat tersambung dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Kalau 500 meter per tahun, nanti dari sini bisa tersambung dan bahkan mengarah keluar,” ujarnya.

Paning menambahkan, salah satu harapannya adalah ketika masa pemerintahannya berakhir, pembangunan jalan poros yang menjadi prioritas tersebut sudah dapat diselesaikan secara bertahap.

“Keinginan saya, kalau masa jabatan saya purna nanti, setidaknya jalan protokol atau jalan poros ini selesai diaspal,” katanya.

Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Paning mengatakan pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dapat membantu melanjutkan pembangunan infrastruktur di Desa Bukit Sawit.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap aspirasi anggota DPRD yang selama ini turut memperhatikan kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.

“Harapan saya pemerintah daerah, provinsi, Perkim bisa membantu kami. Karena desa kami luas, jumlah penduduknya banyak,” ungkapnya.

Menurut Paning, pembangunan di Desa Bukit Sawit membutuhkan dukungan berbagai pihak karena wilayah tersebut memiliki masyarakat yang cukup besar dan beragam.

“Di sini julukannya Indonesia Kecil. Suku, agama, ras lengkap,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, pemerintah provinsi serta DPRD dapat terus diperkuat agar pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya dapat berjalan berkelanjutan.

Program pengaspalan jalan tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat Desa Bukit Sawit, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi dan memperlancar hubungan antarwilayah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *