MUARA TEWEH – Akses bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga melalui peluncuran perdana program Pertalink (Pertamina Keliling) se-Kalimantan Tengah di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (27/10/2026).
Program ini menghadirkan layanan BBM menggunakan armada mobil yang disiapkan Pertamina Patra Niaga. Kehadiran layanan bergerak tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi konsumen, terutama untuk membantu mengurangi antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan menjangkau daerah yang belum memiliki SPBU.
Sales Branch Manager (SBM) Rayon III Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Gesha Faithul Ajrin, menjelaskan bahwa Pertalink merupakan upaya perusahaan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sarana yang dapat menjangkau konsumen di wilayah sasaran.
“Kami Pertamina Patra Niaga Sales Area Kalteng melaksanakan program Pertalink (Pertamina Keliling), di mana kita melayani konsumen menggunakan armada mobil sebagai sarfas yang kita siapkan,” ujar Gesha.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membantu mengurai antrean yang terjadi di SPBU sekaligus memberikan alternatif akses BBM bagi masyarakat di wilayah yang belum tersedia fasilitas pengisian bahan bakar.
“Program ini bertujuan untuk memecah antrean yang terjadi di SPBU sekaligus juga untuk menghadirkan BBM ke daerah yang belum terdapat SPBU sehingga masyarakat bisa langsung mengisi BBM di mobil ini,” katanya.
Melalui konsep pelayanan keliling, Pertalink diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan BBM sesuai wilayah operasional yang ditetapkan. Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap akses bahan bakar yang lebih dekat.
Dalam peluncuran program tersebut, Pertamina Patra Niaga turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), yang membantu mendukung penerapan Pertalink di Muara Teweh.
“Kami juga mengapresiasi kepada Pemda Kabupaten Barito Utara, dalam hal ini Disdagrin, yang telah memberikan dukungan kepada kami hingga bisa diterapkan program ini,” ungkap Gesha.
Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu pelaksanaan program berjalan lancar. Koordinasi antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Gesha pun berharap program Pertalink dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat bagi konsumen.
“Semoga program ini berjalan dengan lancar, terima kasih,” pungkasnya.
Peluncuran perdana Pertalink di Muara Teweh menjadi langkah awal program tersebut di Kalimantan Tengah. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti informasi resmi mengenai lokasi layanan, jadwal operasional, serta ketentuan pembelian BBM melalui armada Pertalink.
Di sisi lain, Direktur PT MBSM, Mahyudin Abdul Gani, menyoroti kemungkinan keberlanjutan program Pertalink dengan melibatkan SPBU Perusahaan Daerah (Perusda) sebagai pelaksana di lapangan.
Menurut Mahyudin, kepastian regulasi menjadi hal penting sebelum skema pelaksanaan tersebut dapat direalisasikan. Ia berharap pihak Pertamina bersama para pengambil kebijakan di Kabupaten Barito Utara segera membahas aturan yang diperlukan.
“Apakah program ini bisa berlanjut dengan pelaksana lapangan adalah SPBU Perusda (PT MBSM)??,” kata Amang Boy sapaan akrabnya.
“Kami menunggu kepastian aturan dan regulasi yang kami harapkan segera dibahas pihak Pertamina dan pengambil kebijakan di Barito Utara. Sehingga hal ini bisa benar-benar terealisasi sesuai harapan bersama. Terutama aturan main untuk HET atau pun terkait dengan biaya operasional pelaksanaan kegiatan tersebut,” tambah Mahyudin.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peluang keterlibatan SPBU Perusda dalam operasional Pertalink masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain ketentuan harga eceran tertinggi (HET) serta pengaturan biaya operasional selama layanan berlangsung.
Kepastian mengenai kedua aspek tersebut diperlukan agar skema pelayanan memiliki pedoman yang jelas bagi pihak-pihak yang terlibat. Selain itu, mekanisme pelaksanaan juga perlu disepakati agar operasional program dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peluncuran Pertalink di Muara Teweh menjadi langkah awal pengenalan layanan BBM keliling di Kalimantan Tengah. Sementara itu, kemungkinan keterlibatan SPBU Perusda sebagai pelaksana di lapangan masih menunggu kejelasan regulasi dan hasil pembahasan antara pihak terkait.
Jika mekanisme operasional telah ditetapkan, program ini diharapkan dapat memberikan alternatif akses BBM bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya mengurangi antrean di SPBU.
Dengan demikian, pembahasan mengenai aturan harga, biaya operasional, dan pembagian peran para pihak menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana Pertalink dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di Kabupaten Barito Utara. (Iskandar)








