Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran memperkenalkan Kartu Huma Betang, solusi terpadu berbasis aplikasi yang diharapkan menjadi gerbang tunggal untuk semua layanan publik di wilayah tersebut.
Apa itu Kartu Huma Betang?
Kartu Huma Betang tidak hanya berupa kartu fisik saja, tetapi juga aplikasi digital baik web maupun mobile bertarget meningkatkan efisiensi layanan masyarakat melalui integrasi data. Sistem ini akan menggabungkan hingga 10 database strategis untuk mempercepat dan menyederhanakan proses pelayanan, seperti sembako murah, pendidikan gratis, akses lapangan kerja, hingga bantuan pertanian dan perikanan .
Fase Persiapan & Target Peluncuran
2025: Fokus pada penguatan verifikasi dan validasi database agar tepat sasaran.
2026: Rencana mulai implementasi resmi Kartu Huma Betang, seperti yang disampaikan oleh Plt. Kadiskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana.
Pembentukan “Huma Betang Center”
Demi kelancaran operasional, akan dibentuk pusat pengelolaan data bernama Huma Betang Center, yang berada di bawah koordinasi Diskominfosantik Kalteng. Unit ini bertugas:
- Menerima dan mengelola data.
- Menilai kelayakan penerima program.
- Mengkoordinasikan kebutuhan lintas dinas untuk pelaksanaan yang tepat.
Manfaat Utama yang Diharapkan
- Operasi pasar sembako murah
- Bantuan pendidikan (sekolah dan kuliah gratis)
- Fasilitas pencarian dan akses lapangan kerja
- Dukungan modal untuk petani dan nelayan
- Bantuan sosial lainnya.
Pandangan Pemerintah
Rangga Lesmana menekankan, penggunaan anggaran dari APBD harus terukur dan akuntabel, sehingga validasi data menjadi prioritas utama agar tidak terjadi pemborosan atau ketidaktepatan sasaran.
Menatap Masa Depan Digital Kalteng
Sistem ini bukan sekadar alat administratif, tetapi diharapkan menjadi warisan digital strategis bagi generasi mendatang. Melalui aplikasi HMBC web dan mobile masyarakat Kalteng dapat menikmati layanan publik dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.
“Kartu Huma Betang” dan HMBC App adalah lompatan besar bagi transformasi layanan publik di Kalteng. Dari integrasi database hingga pembentukan pusat data, setiap langkah didesain untuk memberikan akses layanan yang lebih baik, efektif, dan bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat.








