Gubernur Agustiar Sabran Dukung Ribuan Beasiswa untuk Mahasiswa UIN Palangka Raya

Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat meresmikan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Jumat (7/11/2025). Perubahan status dari IAIN menjadi UIN diharapkan membuka peluang baru bagi kemajuan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah. (Foto: Dok. MMC Kalteng)
banner 468x60

Palangka Raya, Kabarmuarateweh.com – Dunia pendidikan Kalimantan Tengah mencatat tonggak bersejarah. Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya resmi berdiri setelah melalui proses panjang alih status dari IAIN.

Peresmian yang digelar di Aula Utama kampus pada Jumat (7/11/2025) ini bukan hanya seremoni perubahan nama, tetapi juga menandai babak baru penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan di Bumi Tambun Bungai.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Turut hadir dalam peresmian tersebut Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, serta unsur Forkopimda Provinsi Kalteng.

Perubahan status ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2025, yang menjadikan UIN Palangka Raya sebagai universitas pertama di Kalteng dengan akreditasi unggul.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Tengah agar berkompetensi, berakhlak, dan berdaya saing.

“Perubahan status ini bukan hanya administratif, tapi langkah nyata menuju pembangunan SDM unggul. Pemerintah provinsi siap memberikan dukungan beasiswa bagi 1.000 hingga 2.000 pelajar setiap tahun,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor swasta untuk mempercepat kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya, Ahmad Dakhoir, menjelaskan bahwa status universitas membuka peluang pembentukan fakultas baru yang relevan dengan potensi daerah.

Bidang seperti kehutanan, pertanian, perikanan, dan kesehatan akan dikembangkan agar riset yang dihasilkan berdampak langsung terhadap isu-isu lokal seperti rehabilitasi lahan gambut dan konservasi lingkungan.

“UIN Palangka Raya akan menjadi pusat riset berbasis kearifan lokal dan kolaborasi antarperguruan tinggi,” jelasnya.

Rektor juga menyebut, kehadiran UIN turut mendorong pertumbuhan ekonomi kecil di sekitar kampus, mulai dari kos-kosan, warung, hingga layanan akademik, yang akan menyerap tenaga kerja lokal.

Meski penuh harapan, sejumlah pengamat pendidikan mengingatkan perlunya dukungan anggaran jangka panjang agar transformasi berjalan berkelanjutan.

Efisiensi anggaran pusat dan keterbatasan dana transfer daerah menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan fasilitas riset dan peningkatan kualitas dosen bergelar doktor.

Solusi alternatif seperti kemitraan riset dengan lembaga nasional dan internasional, kerja sama dengan dunia industri, serta program hibah penelitian menjadi langkah strategis tanpa terlalu membebani APBD.

Peresmian UIN Palangka Raya menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Keberhasilan jangka panjang institusi ini akan sangat bergantung pada konsistensi kerja sama lintas sektor demi mewujudkan pendidikan tinggi yang adaptif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

“UIN Palangka Raya bukan sekadar perubahan nama, tapi simbol kemajuan pendidikan dan keilmuan di Tanah Dayak. Inilah saatnya Kalimantan Tengah berdiri sejajar dengan daerah lain,” pungkas Gubernur.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *