MUARA TEWEH – Gelaran Festival Tandak Intan Kaharingan ke-XII Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif.
Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PKS, Jamilah, S.Sos, menyampaikan harapannya agar festival ini terus menjadi ruang pelestarian budaya lokal sekaligus penguat ekonomi masyarakat.
“Saya berharap Pesta Tandak Intan dapat terus menjadi wadah untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah, khususnya tradisi Tandak Intan, agar tidak punah dan tetap relevan di era modern ini,” ujar Jamilah, S.Sos di Muara Teweh, Selasa (23/11/2025).
Selain aspek budaya, Jamilah juga menekankan pentingnya peran UMKM lokal dalam ajang ini. Ia menilai festival besar seperti ini menjadi momentum strategis untuk menghidupkan sektor ekonomi kerakyatan.
“Semoga acara ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, dengan memberikan kesempatan bagi UMKM lokal untuk mempromosikan produk unggulan mereka, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak 23 hingga 27 November 2025 ini menjadi sorotan publik karena mempertemukan berbagai komunitas budaya dari seluruh Kalimantan Tengah. Selain menjadi ajang silaturahmi, festival ini juga memperkuat identitas masyarakat Dayak sebagai pemilik warisan budaya Kaharingan.
Legislator Barito Utara berharap ke depan, agenda budaya seperti ini terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi, agar berada dalam kalender tetap pariwisata dan budaya Kalimantan Tengah.








