MUARA TEWEH – Lonjakan aktivitas lalu lintas sungai dan darat di wilayah Barito Utara mendorong Pemerintah Kabupaten setempat untuk merencanakan pembangunan Jembatan KH Hasan Basri II di atas Sungai Barito, Muara Teweh.
Bupati Barito Utara Shalahuddin mengatakan, jembatan eksisting dinilai sudah tidak lagi ideal dengan meningkatnya lalu lintas kapal, tongkang, serta angkutan barang dan penumpang. Kondisi tersebut membuat pembangunan jembatan baru menjadi kebutuhan strategis jangka panjang.
“Ketinggian dan lebar bentang jembatan saat ini sudah tidak seimbang dengan ukuran kapal dan tongkang yang melintas. Ini berpotensi menimbulkan risiko keselamatan,” kata Shalahuddin.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Hasan Basri II akan dipersiapkan melalui tahapan teknis yang matang, termasuk pembaruan FS dan DED, serta koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Skema pendanaan direncanakan melalui konsorsium, tanpa membebani keuangan daerah.
Selain fokus pada jembatan, Pemkab Barito Utara juga mendorong percepatan pembangunan Bendungan Joloi yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan tersebut dinilai krusial untuk mengendalikan banjir yang kerap melanda wilayah Barito Utara hingga beberapa kali dalam setahun.
Pembangunan infrastruktur strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan keselamatan transportasi darat dan sungai di wilayah Barito Utara dan sekitarnya.








