MUARA TEWEH – Kualitas udara di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, menjadi perhatian menyusul indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) yang mencapai 176. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi, terutama untuk melindungi kesehatan anak-anak sekolah dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PPP, Gun Sriwitanto, S.H., meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi dampak buruk kualitas udara terhadap masyarakat.
Saat ditemui di kantornya, Kamis (20/8/2026), dirinya mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Barito Utara, khususnya pemerintah daerah agar memberikan imbauan kepada masyarakat supaya anak-anak sekolah memakai masker,” ujarnya Gugun sapaan akrabnya.
Menurutnya, pembagian masker juga dapat menjadi salah satu langkah konkret yang dilakukan bersama. Ia mendorong kalangan pemuda turut berpartisipasi membagikan masker kepada masyarakat yang melintas, terutama para pelajar.
Selain penggunaan masker, Gugun juga meminta Dinas Pendidikan Barito Utara mempertimbangkan kondisi kualitas udara dalam menentukan kegiatan belajar mengajar.
“Kalau memang memungkinkan, untuk Kepala Dinas Pendidikan, kalau memang memungkinkan, bisa untuk diliburkan sementara waktu,” katanya.
Menurut dia, langkah tersebut perlu dipertimbangkan apabila kualitas udara terus berada pada level yang berisiko bagi kesehatan. Keselamatan dan kesehatan peserta didik, kata dia, harus menjadi perhatian utama.
Di sisi lain, DPRD Barito Utara juga mengingatkan masyarakat yang hendak berkebun maupun berladang agar tidak melakukan pembakaran lahan selama kondisi kemarau.
Gugun meminta masyarakat menahan diri dan mencari cara pengelolaan lahan yang tidak menimbulkan asap.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Barito Utara, khususnya yang hendak berkebun, berladang agar jangan membakar lahan atau hutan dulu untuk sementara waktu dikarenakan ini masih musim kemarau,” tegasnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan mencegah memburuknya kualitas udara dan potensi bencana kabut asap di Muara Teweh.
“Jangan sampai bencana asap ini terjadi di kota tercinta kita,” pungkasnya.








