DPRD Barito Utara Dorong Kerajinan Rotan Naik Kelas, Bukan Sekadar Produk Tradisional

Kerajinan anyaman rotan menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif masyarakat Barito Utara. DPRD mendorong pembinaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan penguatan desain, kemasan dan akses pasar agar produk lokal memiliki nilai jual lebih tinggi.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Kerajinan anyaman rotan di Kabupaten Barito Utara dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi apabila diikuti peningkatan kualitas, desain, kemasan hingga akses pemasaran.

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, menyambut baik rencana pelatihan anyaman rotan yang akan dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop-UKM) Barito Utara pada 9-10 September 2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Sri Neni, pelatihan tersebut seharusnya menjadi salah satu tahapan untuk mendorong pengrajin lokal menghasilkan produk yang tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing di pasar.

“Kami sangat mendukung kegiatan pelatihan seperti ini. Anyaman rotan merupakan salah satu potensi kerajinan masyarakat yang perlu terus dikembangkan, baik dari sisi keterampilan, kualitas maupun kreativitas produknya,” ujar Hj Sri Neni Trianawati, Sabtu (29/8/2026) di Muara Teweh.

Ia menilai, peningkatan keterampilan pengrajin perlu diarahkan pada kemampuan menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, kerajinan rotan tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal, tetapi juga dapat berkembang sebagai sumber pendapatan masyarakat.

Pelatihan tersebut rencananya diikuti 25 pengrajin yang berasal dari Kecamatan Gunung Purei, Desa Lampeong, serta Kecamatan Teweh Timur, Desa Benangin.

Sri Neni berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperoleh keterampilan yang kemudian diterapkan secara langsung dalam kegiatan produksi dan pengembangan usaha.

“Jangan sampai pelatihan hanya berhenti pada kegiatan saat pelaksanaan saja. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh para pengrajin sehingga menghasilkan produk yang lebih kreatif, inovatif dan bernilai jual,” kata Srikandi dari Partai Golkar Barito Utara ini.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Utara tersebut juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan setelah pelatihan selesai. Menurutnya, pemerintah daerah dapat mengambil peran lebih jauh dengan membantu pengrajin dalam membuka jaringan pemasaran dan memperkenalkan produk rotan kepada konsumen yang lebih luas.

Tidak hanya pemasaran, dukungan juga diperlukan dalam aspek promosi, pengemasan dan pengembangan desain. Langkah tersebut dinilai penting agar produk kerajinan lokal mampu tampil lebih menarik dan memiliki nilai tambah ketika masuk ke pasar.

Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, Sri Neni optimistis kerajinan rotan dapat berkembang menjadi salah satu usaha produktif masyarakat yang memberikan dampak langsung terhadap ekonomi keluarga pengrajin.

“Kita berharap produk rotan Barito Utara semakin dikenal dan mampu menjadi produk unggulan daerah. Potensi yang ada harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *