DPRD Barito Utara Dorong Kesiapan Peralatan dan Respons Dini Hadapi Karhutla

Tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Barito Utara. DPRD menilai kesiapan peralatan dan kecepatan informasi menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Kesiapan peralatan pemadaman dan kecepatan menerima informasi titik api dinilai menjadi faktor penting dalam menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Utara.

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Bina Husada, mengapresiasi respons cepat tim gabungan yang melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Barito Utara, Sabtu (8/8/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, kebakaran terjadi di Desa Hajak Simpang Batu Bara, Kecamatan Teweh Baru, Jalan Moek Lintas Lemo-Bangdep dan Desa Trahean, serta Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan.

Total luas lahan yang terbakar dari penanganan di tiga wilayah tersebut diperkirakan mencapai 5,06 hektare. Sejumlah titik berhasil dipadamkan, sementara penanganan di Desa Trahean sempat menghadapi kendala akses dan kondisi asap yang pekat.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah bergerak cepat melakukan pemadaman di sejumlah titik. Upaya seperti ini sangat penting agar api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” kata Bina Husada, Minggu (9/8/2026).

Menurut Bina Husada, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sistem respons yang tidak hanya cepat, tetapi juga ditopang kesiapan sarana dan prasarana.

Ia menyebut kendaraan pemadam, pompa, selang, pasokan air dan berbagai peralatan pendukung harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan ketika laporan kebakaran diterima.

“Kecepatan informasi dan kesiapan peralatan sangat menentukan. Begitu ada laporan, tim bisa langsung bergerak sehingga kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas,” katanya.

Selain peralatan, Bina Husada menilai koordinasi antarpihak harus menjadi bagian penting dalam sistem penanganan karhutla. BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, pemerintah desa, perusahaan dan masyarakat perlu memiliki komunikasi yang cepat ketika menemukan titik api.

Dengan koordinasi tersebut, informasi mengenai lokasi kebakaran dapat segera diteruskan kepada tim yang memiliki kemampuan dan peralatan untuk melakukan penanganan.

Bina Husada juga menilai kondisi di Desa Trahean yang sempat terkendala akses dan asap pekat menjadi gambaran bahwa setiap lokasi kebakaran memiliki tantangan berbeda. Karena itu, strategi pemadaman perlu disesuaikan dengan kondisi medan dan ketersediaan sumber air.

Di sisi lain, kesiapsiagaan petugas harus berjalan bersama dengan upaya pencegahan di tingkat masyarakat. Menurutnya, penanganan terbaik tetap dilakukan sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Kita tentu berharap seluruh titik api dapat segera ditangani. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi lahan mulai kering. Setiap kemunculan asap atau titik api perlu segera dilaporkan agar petugas memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penanganan.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Barito Utara dari ancaman karhutla. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Pencegahan dan laporan dini adalah bagian penting dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

Bina Husada berharap kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi dan partisipasi masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan respons yang lebih cepat sejak titik api pertama kali terdeteksi, potensi karhutla meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan lainnya dapat ditekan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *