MUARA TEWEH – Persiapan kesehatan calon jemaah haji Kabupaten Barito Utara untuk keberangkatan tahun 2027 dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak jauh sebelum memasuki masa keberangkatan.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Alhadi, mengapresiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Pengelola/Tim Kesehatan Haji RSUD dan Puskesmas se-Kabupaten Barito Utara yang berlangsung di Lantai 2 Aula RSUD Muara Teweh, Selasa (11/8/2026).
Menurut Alhadi, persiapan tersebut penting karena calon jemaah haji memiliki kondisi kesehatan yang beragam. Terlebih, terdapat jemaah lanjut usia serta calon jemaah yang memiliki penyakit atau faktor risiko kesehatan tertentu.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan peningkatan kapasitas tim kesehatan haji ini. Persiapan harus dilakukan sejak jauh hari, sehingga ketika memberikan pelayanan kepada calon jemaah haji, tenaga kesehatan sudah benar-benar siap dan memiliki pemahaman yang sama,” ujar H. Alhadi, Selasa (11/8/2026).
Ia menilai, perhatian terhadap kesehatan jemaah tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang keberangkatan. Pemeriksaan, pembinaan dan edukasi kesehatan perlu dilakukan secara terpadu agar kondisi calon jemaah dapat dipantau dan dipersiapkan secara lebih optimal.
Menurutnya, sinergi antara Dinas Kesehatan, RSUD dan Puskesmas menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan secara berkesinambungan.
Dengan koordinasi yang kuat, informasi mengenai kondisi kesehatan calon jemaah dapat ditangani secara lebih terarah, termasuk bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
“Jemaah lansia dan yang memiliki risiko kesehatan tentu membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, tenaga kesehatan harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai, mulai dari pemeriksaan, pembinaan sampai bagaimana memberikan pelayanan yang tepat,” katanya.
Alhadi juga mendorong agar peningkatan kapasitas tenaga kesehatan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai kebutuhan jemaah selama seluruh tahapan persiapan ibadah haji.
Menurutnya, kesiapan tenaga kesehatan akan sangat menentukan kualitas pendampingan yang diterima calon jemaah, terutama ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terus menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan maupun standar pelayanan kesehatan haji.
“Jangan hanya berhenti pada kegiatan pertemuan. Yang paling penting adalah bagaimana hasil pembelajaran ini diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat, sehingga calon jemaah haji benar-benar mendapatkan pembinaan dan pelayanan kesehatan yang optimal,” tegasnya.
Alhadi menambahkan, kesehatan calon jemaah perlu menjadi perhatian bersama sejak proses pemeriksaan awal hingga menjelang keberangkatan. Dengan persiapan yang lebih matang, calon jemaah diharapkan dapat memahami kondisi kesehatannya sekaligus mengetahui langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kebugaran.
Politisi DPRD Barito Utara tersebut berharap seluruh unsur terkait dapat terus memperkuat koordinasi dalam memberikan pendampingan kepada calon jemaah haji.
“Harapan kita tentu seluruh jemaah haji Barito Utara dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Untuk itu, kesiapan kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” pungkas H. Alhadi.
Persiapan sejak dini tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi calon jemaah, sehingga aspek kesehatan tidak menjadi hambatan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji pada 2027 mendatang.








