Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat perekonomian desa kembali dibuktikan lewat penyelenggaraan Pelatihan Pengembangan Unit Usaha BUMDes Tahun 2025, yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalteng.
Pelatihan yang digelar selama dua hari ini menghadirkan para peserta dari berbagai desa dan kabupaten di Kalimantan Tengah, khususnya para pengurus dan pengelola BUMDes. Tujuannya tak lain untuk memperkuat kapasitas kelembagaan serta memaksimalkan potensi usaha desa secara inovatif dan berkelanjutan.
Pelatihan juga menjadi ajang pertukaran ide antar-BUMDes dari berbagai wilayah, guna mendorong kolaborasi serta memperluas jaringan usaha lokal.
Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Tengah H. Aryawan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari dukungan pemerintah dalam mengembangkan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.
“Dengan penguatan unit usaha BUMDes, kami berharap desa dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakatnya,” tegasnya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi serta upaya pengentasan kemiskinan berbasis lokal. Selain itu, diharapkan BUMDes mampu berperan aktif dalam mengelola potensi seperti agrowisata, pengolahan hasil pertanian, kerajinan rakyat, hingga jasa simpan pinjam.
Melalui program pelatihan seperti ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap agar BUMDes tidak hanya menjadi pelengkap pembangunan desa, tetapi sebagai penggerak utama kemandirian ekonomi desa, yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.








