MUARA TEWEH – Pengembangan Politeknik Muara Teweh (Polimat) diharapkan tidak hanya meningkatkan jenjang pendidikan, tetapi juga memperkuat kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, S.E., saat menanggapi rencana pengembangan perguruan tinggi vokasi tersebut.
Menurut Nety, Polimat memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang terampil dan berdaya saing. Karena itu, rencana pengembangan kampus perlu diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus kesesuaian program studi dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Barito Utara.
“Saya sangat mendukung upaya pengembangan Politeknik Muara Teweh (Polimat) agar ke depan semakin maju dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Kabupaten Barito Utara. Menurut saya, pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Nety di Muara Teweh, Selasa (21/10/2026).
Rencana pengembangan Polimat yang menjadi perhatian meliputi peningkatan jenjang pendidikan dari Diploma III (D-III) menjadi Diploma IV (D-IV), serta kemungkinan pembukaan program studi baru, seperti Teknik Mesin dan Teknik Sipil.
Nety menilai, rencana tersebut perlu disiapkan secara terukur agar pengembangan akademik berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Menurut Nety, pengembangan pendidikan tinggi vokasi membutuhkan perencanaan yang matang. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan meliputi ketersediaan dosen, fasilitas kampus, laboratorium, peralatan praktik, serta kebutuhan tenaga kerja di daerah.
“Rencana peningkatan jenjang pendidikan dari D-III menjadi D-IV serta pengembangan program studi baru, seperti Teknik Mesin dan Teknik Sipil, tentu perlu dikaji secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan daerah, kesiapan tenaga pengajar, fasilitas pendidikan, laboratorium, dan sarana praktik,” lanjutnya.
Ia berharap pengembangan Polimat mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mempunyai keterampilan teknis yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.
Sinergi pemerintah daerah, DPRD, pengelola Polimat, dan dunia usaha juga diperlukan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian, kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan dapat lebih relevan dengan perkembangan sektor usaha dan pembangunan daerah.
“Kami berharap pengembangan Polimat tidak hanya berorientasi pada peningkatan jenjang pendidikan, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Dengan begitu, putra-putri daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kemampuan dan berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin meminta Direktur Polimat memaparkan kondisi perguruan tinggi saat ini, termasuk fasilitas yang telah tersedia dan rencana pengembangan pada masa mendatang.
“Saya ingin Polimat terus maju dan berkembang. Karena itu, saya meminta Direktur Polimat agar memaparkan kondisi perguruan tinggi saat ini, apa saja yang sudah dimiliki, serta rencana pengembangan yang ingin dicapai ke depan,” ujar Shalahuddin.
Perhatian terhadap pengembangan Polimat juga mengemuka dalam wisuda ke-XII yang digelar di Gedung Balai Antang, Selasa (21/10/2026). Sebanyak 84 mahasiswa dari tiga program studi D-III diwisuda dalam kegiatan tersebut.
Momentum wisuda menjadi pengingat bahwa pengembangan perguruan tinggi perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga mutu pendidikan, meningkatkan fasilitas praktik, dan memperluas peluang lulusan memasuki dunia kerja.
Dengan perencanaan yang tepat, Polimat diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mencetak tenaga kerja terampil serta memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara.








