KLIKKALTENG, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengambil langkah konkrit untuk mencegah penyebaran paham ekstremisme di kalangan pelajar. Melalui kegiatan sosialisasi “Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme yang Mengarah pada Terorisme”, ratusan pelajar SMA/SMK di Kota Palangka Raya diberikan edukasi langsung dari narasumber aparat keamanan dan psikologi klinis.
Acara berlangsung di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (19/11/2025), dan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah, mewakili Gubernur Kalteng.
Darliansjah menegaskan bahwa pelajar adalah kelompok yang rentan terdampak paham ekstremisme, terutama melalui media sosial dan lingkungan pergaulan.
“Ketahanan ideologi harus ditanamkan sejak dini. Paham ekstremisme bisa masuk lewat berbagai cara, dan generasi muda perlu memiliki tameng pengetahuan agar tidak terperangkap,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peristiwa ledakan di lingkungan sekolah Jakarta sebagai pelajaran penting agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimda Prov. Kalteng, Plt. Kepala Kesbangpol Muhammad Rusan, Satgas Densus 88 Anti Teror, Widyaiswara & Psikolog Klinis, serta Perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Palangka Raya.
Materi yang disampaikan mencakup ciri perilaku radikalisme, strategi infiltrasi lewat dunia digital, dan mekanisme pelaporan jika menemukan tanda ekstremisme di lingkungan sekolah.
Sosialisasi diakhiri dengan ajakan untuk membangun Komunitas Pelajar Anti Kekerasan sebagai bentuk inovasi pencegahan dini di sekolah-sekolah.








