MUARA TEWEH – Upaya pencarian panjang selama 13 hari terhadap salah satu korban kecelakaan taksi motor sungai di Barito Utara akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga menemukan jasad seorang pria mengambang di Sungai Barito pada Senin pagi, dan diduga kuat merupakan salah satu dari tiga penumpang yang tenggelam dalam insiden 8 Juli lalu.
Penemuan mengejutkan itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Tiga warga, yakni Roma, Age, dan Sabirin, melihat sesosok tubuh mengambang saat berada di atas lanting milik Hendri. Mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat.
Kapolsek Lahei, Iptu D.A. Pasaribu, membenarkan penemuan tersebut. “Jenazah langsung dievakuasi dan saat ini sedang dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian. Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang cepat tanggap,” ujarnya.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa, 8 Juli 2025. Sebuah perahu motor (taksi sungai) yang membawa 32 penumpang mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan. Perahu tersebut kemudian terseret arus dan menghantam tongkang di kawasan Sungai Barito, wilayah Kecamatan Lahei.
Dua penumpang Suriansyah (62) dan Agus Jaya (34) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dua hari setelah kejadian, pada Kamis, 10 Juli. Sementara korban ketiga, Rustam (49), dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan pagi ini.
Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta relawan dan warga setempat sempat menghentikan pencarian resmi setelah tujuh hari karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Namun, pencarian dilanjutkan secara mandiri oleh keluarga dan warga sekitar.
Dengan ditemukannya jenazah diduga Rustam, pihak keluarga kini menunggu hasil identifikasi resmi. “Kami berharap ini benar-benar beliau, agar kami bisa memberikan penghormatan terakhir dengan layak,” ujar salah satu anggota keluarga.
Jenazah saat ini dibawa ke RSUD Muara Teweh untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian penemuan dan mengamankan lokasi untuk penyelidikan tambahan.
Kepolisian menghimbau agar masyarakat yang sering menggunakan jasa transportasi air untuk lebih memperhatikan keselamatan, termasuk kondisi mesin perahu serta penggunaan pelampung.








