90 Orang di Lapas Muara Teweh Jalani Tes Urine, Seluruhnya Dinyatakan Negatif

banner 468x60

MUARA TEWEH – Sebanyak 90 orang yang terdiri dari pejabat dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh menjalani tes urine dalam kegiatan Deteksi Dini & Bebas Halinar yang digelar serentak jajaran pemasyarakatan di Indonesia, Senin (21/9/2026).

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang menjalani tes urine dinyatakan negatif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 orang merupakan pejabat Lapas dan 80 orang lainnya WBP.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari razia gabungan dan tes urine bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Barito Utara untuk memperkuat pengawasan serta mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Selain pemeriksaan urine, petugas gabungan juga melakukan penggeledahan pada blok dan kamar hunian warga binaan. Penyisiran dilakukan untuk mendeteksi keberadaan barang-barang terlarang sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Kegiatan melibatkan jajaran Lapas Muara Teweh bersama APH Barito Utara. Turut hadir Kaur Bin Ops Satresnarkoba Polres Barito Utara IPDA Ghaza Prawira dan Batih Intel Kodim 1013/MTW Ambrianto.

Pemeriksaan tes urine dilaksanakan dengan pengawasan Tim Medis dan pendampingan unsur APH. Pendekatan humanis tetap dikedepankan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Kepala Lapas Muara Teweh Halasson Sinaga menegaskan bahwa tes urine menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba.

“Tes urine ini adalah komitmen harga mati bagi kami untuk memastikan Lapas Muara Teweh benar-benar bersih dari narkoba. Integritas petugas dan sterilnya warga binaan dari narkotika adalah prioritas utama kami, dari hasil tes urine Pejabat lapas sebanyak 10 Orang dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebanyak 80 orang hasilnya negatif,” ungkapnya.

Hasil negatif dari seluruh peserta menjadi bagian dari pelaksanaan pengawasan sekaligus deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.

Sinaga juga menekankan pentingnya sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

“Kegiatan Deteksi Dini & Bebas Halinar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan agar tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan narkotika. Razia gabungan juga diarahkan untuk mencegah masuknya handphone dan barang-barang terlarang lainnya serta memperkuat pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan.

Lapas Muara Teweh memastikan langkah deteksi dini dan pengawasan akan terus diperkuat melalui sinergi bersama Polres Barito Utara dan Kodim 1013/MTW.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *