MUARA TEWEH – Keluhan masyarakat terkait dugaan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Barito Utara akhirnya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Barito Utara langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di wilayah Muara Teweh, Kamis (4/12/2025).
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Disdagrin Barito Utara, Dewi Handayani, bersama tim untuk memastikan kondisi riil ketersediaan BBM di lapangan.
“Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap konsumen, khususnya masyarakat pengguna BBM. Di Barito Utara, kami telah melakukan sidak di beberapa SPBU di wilayah Muara Teweh,” ujar Dewi Handayani di sela kegiatan sidak.
Dari hasil pengecekan di lapangan, Disdagrin menerima keterangan dari sejumlah pengelola SPBU bahwa kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax disebabkan keterlambatan pasokan dari pihak Pertamina.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pertamina Kalimantan Tengah. Mereka memastikan bahwa kuota BBM untuk Barito Utara segera dipenuhi dan pasokan akan ditambah menjadi dua kali lipat,” ungkap Dewi Handayani.
Ia menuturkan bahwa keterlambatan distribusi BBM disebabkan oleh faktor cuaca dan gelombang laut besar yang menghambat pengiriman BBM dari Pulau Jawa menuju Banjarmasin, sebelum disalurkan ke wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Barito Utara.
“Sebagian pengelola SPBU mengeluhkan pengiriman yang baru tiba dalam waktu sekitar lima hari. Ini yang menyebabkan stok cepat habis,” jelasnya.
Dalam sidak tersebut, Disdagrin juga menemukan bahwa beberapa SPBU masih dalam kondisi menunggu pasokan lanjutan dari Pertamina. Meski demikian, pihaknya menegaskan akan terus melakukan pengawasan agar distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi penyelewengan di lapangan.
Disdagrin Barito Utara juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata.








