MUARA TEWEH – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ke-XXXIII resmi ditutup pada Jumat malam (21/11/2025). Hasil mengejutkan dan membanggakan datang dari Kabupaten Barito Utara yang berhasil meraih Juara Umum Terbaik I dalam ajang prestisius tersebut.
Menanggapi capaian itu, Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PKB, H. Parmana Setiawan, S.T. memberikan apresiasi penuh namun juga mengingatkan pentingnya evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan.
“Hasil ini sangat membahagiakan, tetapi ini bukan akhir. Prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dan pembinaan berkelanjutan. Kita harus menjadikan kemenangan ini sebagai titik balik, bukan titik puas,” tegasnya, Sabtu (22/11/2025).
Menurutnya, capaian prestasi tidak boleh membuat kita cepat puas. Justru beban mempertahankan gelar lebih berat daripada mengejar kemenangan.
“Kita jangan terlena. Mempertahankan lebih sulit daripada memperjuangkan. Kemenangan ini harus menjadi cambuk, alarm kuat untuk bertahan dan bangkit lebih kuat,” ujar Parmana.
Ia juga menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan bagian dari syiar Islam dan indikator kualitas pembinaan umat di daerah.
Dalam keterangannya, ia meminta agar seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi pembinaan, mulai dari Kemenag, LPTQ, pelatih, hingga pengurus tingkat kecamatan.
“Pembinaan qori–qoriah harus berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya menjelang MTQ. Sistem seleksi harus lebih ketat dan profesional, agar kualitas terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Parmana.
H. Parmana Setiawan juga mendorong Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk memperkuat dukungan anggaran, fasilitas pelatihan, serta sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Pemkab Barito Utara harus melakukan evaluasi menyeluruh. Tahun depan kita harus bisa mengulang hasil ini bahkan lebih baik. Fasilitas pelatihan, pembinaan rutin, dan seleksi yang profesional harus diperkuat,” tandasnya.








