Evaluasi Kinerja OPD, Bupati Shalahuddin Tekankan Disiplin Anggaran dan Percepatan Proyek Strategis Barito Utara

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin didampingi Sekda Muhlis dan para asisten Setda saat memimpin rapat bersama kepala OPD membahas program kegiatan dan pengelolaan anggaran tahun 2026 di Aula Setda Barito Utara. (Foto: Istimewa).
banner 468x60

MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan pentingnya disiplin pengelolaan anggaran dan percepatan pelaksanaan program strategis daerah saat memimpin rapat bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Setda Lantai I, Senin (12/1/2026).

Rapat yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Barito Utara Drs. Muhlis, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bahrum F. Girsang, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum H. Yaser Arapat tersebut menjadi forum evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan program kegiatan tahun anggaran 2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan daerah tidak hanya dilihat dari banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga dari tingkat penyerapan anggaran dan kualitas tata kelola keuangan yang transparan serta akuntabel.

“Penyerapan anggaran, opini pengelolaan keuangan, serta indikator Monitoring Center for Prevention (MCSP) harus menjadi perhatian serius semua perangkat daerah karena menjadi ukuran kinerja pemerintah daerah,” ujar Shalahuddin.

Ia menegaskan bahwa indikator tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga berdampak langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.

Selain membahas pengelolaan anggaran, rapat tersebut juga menyoroti sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas pembangunan di Barito Utara. Salah satunya adalah rencana pembangunan Jembatan Hasan Basri II yang dipersiapkan sebagai pengganti jembatan lama yang diperkirakan memiliki usia teknis tersisa sekitar 9 hingga 11 tahun.

Bupati menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut direncanakan melalui skema konsorsium sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barito Utara. Pemerintah daerah akan berperan dalam aspek perencanaan, pengawasan teknis, dan koordinasi antar pihak terkait.

“Yang terpenting adalah fungsi dan kekuatan struktur jembatan. Desain tidak perlu mewah, tetapi harus kuat dan mampu mendukung aktivitas transportasi dalam jangka panjang,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Bendungan Joloi yang telah memiliki studi kelayakan serta detail engineering design dan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

Menurutnya, bendungan tersebut sangat penting untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah Barito Utara beberapa kali dalam setahun.

Bupati meminta seluruh OPD untuk menindaklanjuti hasil rapat secara serius dan memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

“Semua perangkat daerah harus bekerja terukur, terencana, dan fokus pada pelayanan kepada masyarakat serta kemajuan Barito Utara,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *