MUARA TEWEH – Ancaman bencana tanah longsor di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, menjadi perhatian serius pemerintah daerah setelah ditemukan kondisi tanah yang labil di sekitar infrastruktur vital.
Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi) Barito Utara melalui pemantauan lapangan oleh Tim E-Government pada Selasa (14/4/2026).
Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya retakan tanah cukup lebar serta penurunan struktur tanah yang signifikan di titik rawan longsor. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena berada di sekitar tower telekomunikasi dengan jarak hanya sekitar 5 meter dari titik longsor, serta sekitar 15 meter dari badan jalan nasional yang menjadi akses utama masyarakat.
Kepala Diskominfosandi Barito Utara, Moch Iksan, menyampaikan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut sangat labil dan berpotensi mengalami longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan penanganan teknis darurat di lapangan.
Langkah cepat ini dilakukan guna menjaga stabilitas akses jalan serta keselamatan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Selain itu, Diskominfosandi Barito Utara juga telah berkoordinasi dengan Telkomsel sebagai penyedia layanan telekomunikasi di lokasi tersebut. Pihak pemerintah meminta agar dilakukan langkah preventif untuk mengamankan infrastruktur tower dari potensi kerusakan atau roboh.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami berharap pihak pengelola tower segera bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meminimalisir risiko bencana,” ujar Moch Iksan.
Hingga saat ini, tim terkait masih melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah lebih lanjut di wilayah tersebut.








