MUARA TEWEH – Kondisi jalan poros menuju Jamut – Mampuak di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah kembali dikeluhkan warga. Meski sempat dilakukan penanganan di beberapa titik, kenyataannya masih ada ruas jalan yang rusak parah terutama saat musim hujan. Video yang dikirim warga bernama Rizal OctoPratama memperlihatkan kendaraan dan warga kesulitan melintas akibat jalan berlumpur dan licin.
Menurut keterangan Rizal melalui pesan singkat, kerusakan parah berada sekitar KM 46 setelah simpang loging batubara BBN Nipindo. Bahkan jika hujan, jalan dapat bertahan licin lebih dari seminggu, karena lokasinya berada di daerah yang terlindung dari sinar matahari sehingga lumpur sulit mengering.
“Hanyar ja tu sampai wayahni masih hancur jalannya. Titik nya di KM 46 sehabis simpang loging/batu bara BBN Nipindo,” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa pada salah satu kesempatan, warga yang membawa orang sakit sempat terjebak lumpur dan tidak bisa melintas karena jalan macet total. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat akses kesehatan, pendidikan dan distribusi logistik masyarakat pedalaman.
“Padahal tu lintas kabupaten. Kalau hujan licak seperti itu pak,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemkab Barito Utara memang telah melakukan perbaikan di sejumlah titik. Namun warga berharap titik-titik lain yang masih rusak juga segera dipantau dan ditangani, khususnya di wilayah KM 46 dan sekitarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat meninjau langsung lokasi tersebut. Mengingat jalan ini merupakan akses utama masyarakat menuju Jamut, Mampuak dan beberapa desa lainnya.
“Kasian para pengendara, apa lagi musim hujan ini. Mohon untuk dipantau atau diperbaiki,” tulis ungkapnya.
Masyarakat menyambut baik setiap langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah, dan berharap perhatian lebih terhadap jalur ini demi kelancaran transportasi serta keselamatan warga.








