MUARA TEWEH – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kabupaten Barito Utara dan pihak PLN Muara Teweh menghasilkan tiga kesimpulan penting yang tertuang dalam dokumen resmi notulen rapat. RDP digelar pada Kamis, 20 November 2025 di Ruang Rapat DPRD Barito Utara, bersama perwakilan masyarakat Desa Lemo I, Lemo II, dan Desa Pendreh yang telah lama mengeluhkan gangguan listrik.
Kesimpulan RDP dibacakan oleh pimpinan rapat H. Taufik Nugraha, S.Kom, dengan disaksikan oleh anggota DPRD, pihak PLN, pemerintahan desa, serta perwakilan masyarakat.
Tiga Kesimpulan Penting RDP:
1. PLN Akan Meningkatkan Pelayanan dan Respons Gangguan Listrik di Lapangan.
2. DPRD dan Pemerintah Daerah Mendukung Pemindahan Jalur Listrik dari Desa Pendreh ke Desa Lemo melalui Jalur Bukit Bambu (Kelurahan Jingah) menuju Desa Lemo I dan Desa Lemo II.
3. Penambahan Jaringan Listrik di Desa Lemo II menuju Jalan Lintas Provinsi untuk memperkuat distribusi listrik desa.
Pentingnya Pemindahan Jalur Listrik
Langkah pemindahan jalur dianggap solusi jangka panjang agar gangguan listrik tidak lagi terjadi akibat akses yang sulit dan jaringan yang melewati kawasan hutan lindung. Dengan jalur baru ke arah Bukit Bambu – Jingah – Lemo Seberang, PLN diharapkan memiliki akses lebih aman dan mudah dijangkau oleh petugas.
Pihak PLN ULP Muara Teweh sebelumnya menjelaskan bahwa lebih dari 50 ribu pelanggan listrik dilayani di Barito Utara dengan jaringan sepanjang 763 km dan 457 trafo. Namun wilayah Desa Lemo dan Pendreh menjadi salah satu titik paling rawan gangguan karena jalur listrik banyak melewati hutan, sungai, dan jalan yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.
DPRD: Harus Ada Langkah Nyata, Bukan Hanya Janji
DPRD Barito Utara menegaskan bahwa kesimpulan RDP ini harus menjadi rujukan resmi PLN untuk melakukan eksekusi di lapangan, terutama pemindahan jalur dan penguatan jaringan.
“Kesimpulan ini harus jadi dasar pergerakan kita ke depan. Kami ingin pelayanan PLN meningkat, bukan sekadar rencana. Pemindahan jalur listrik tidak bisa ditunda lagi demi kepentingan masyarakat,” tegas pimpinan rapat, H. Taufik Nugraha.
Suara Masyarakat Telah Didengar
Masyarakat tiga desa sebelumnya menyampaikan bahwa listrik sering padam bahkan saat cuaca cerah, sinyal internet ikut mati, usaha terganggu, hingga layanan kesehatan dan komunikasi warga lumpuh total.
Kini, melalui kesimpulan resmi DPRD–PLN dalam RDP ini, masyarakat berharap perubahan akan segera nyata dirasakan.








