Legislatif Dorong Penguatan Konservasi: Patih Herman AB Nilai Pusat Suaka Owa Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan di Barito Utara

Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, saat memberikan apresiasi atas peresmian Pusat Suaka Owa di Desa Pararawen.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Peresmian Pusat Suaka Owa di Desa Pararawen, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Jumat (5/12/2025), mendapat sorotan positif dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menilai pembangunan pusat konservasi tersebut sebagai model nyata penerapan pembangunan berkelanjutan di daerah.

Menurutnya, keberadaan fasilitas konservasi yang dikelola Yayasan Kalaweit Indonesia bukan hanya berdampak pada penyelamatan satwa endemik Kalimantan, tetapi juga memperkuat posisi Barito Utara sebagai daerah yang serius menjaga keseimbangan ekologi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Pusat Suaka Owa ini adalah bukti bahwa pembangunan tidak harus selalu bertentangan dengan kelestarian alam. Justru, dengan pendekatan yang tepat, konservasi dapat berjalan berdampingan dengan pemanfaatan ekonomi berkelanjutan,” ujar Patih Herman AB, Sabtu (6/12/2025).

Ia menegaskan, DPRD akan mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat program konservasi melalui kebijakan dan penganggaran yang sesuai kebutuhan. Pusat suaka ini diyakini mampu membuka ruang edukasi ekologis, pengembangan riset, hingga peluang pemberdayaan masyarakat sekitar.

“DPRD siap mengawal agar program konservasi memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan. Ini langkah penting menuju masa depan Barito Utara yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain itu, Patih Herman AB memuji sinergi antara pemerintah pusat, Pemkab Barito Utara, dan Yayasan Kalaweit Indonesia. Kolaborasi multipihak dianggap menjadi faktor penentu keberhasilan konservasi satwa liar, khususnya owa Kalimantan yang populasinya terus menurun.

Ia berharap peresmian pusat suaka tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.

“Masyarakat harus turut terlibat menjaga hutan dan satwa. Dengan pusat suaka sebagai pusat edukasi dan konservasi, peluang peningkatan kesadaran publik semakin besar,” tambahnya.

Rangkaian peresmian sebelumnya mencakup peninjauan fasilitas rehabilitasi, pengamatan proses pemulihan owa, serta dialog dengan tim medis dan keeper. Pemerintah menargetkan pusat ini menjadi sentra konservasi yang terintegrasi dengan pendidikan dan ekonomi berwawasan lingkungan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *