MUARA TEWEH – Peresmian Taman Wisata Pangku Alam di kawasan Pangkuh Raya, Sabtu (6/12/2025), tidak hanya mencuri perhatian masyarakat, tetapi juga menjadi sorotan DPRD Barito Utara sebagai ruang terbuka hijau yang berpotensi kuat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani, menilai taman tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun pusat aktivitas masyarakat yang ramah lingkungan sekaligus membuka lapangan usaha bagi pelaku UMKM.
Menurut Naruk, keberadaan Taman Wisata Pangku Alam bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga simbol baru bagaimana pembangunan daerah dapat berpihak pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal secara bersamaan.
“Ruang hijau seperti ini bukan hanya menambah estetika kota, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar. UMKM bisa tumbuh, kegiatan seni budaya bisa difasilitasi, dan masyarakat mendapat ruang yang sehat untuk beraktivitas,” ujar Naruk Saritani.
Ia menyebut DPRD akan terus mengawal pengembangan kawasan tersebut, termasuk mendorong model pengelolaan berbasis komunitas agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin taman ini dikelola dengan pendekatan partisipatif. Artinya, masyarakat lokal harus terlibat, baik dalam pemeliharaan maupun pengembangan kegiatan di dalamnya. Dengan begitu, dampak sosial-ekonomi bisa lebih merata,” tegasnya.
Naruk juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Disnakertranskop UKM, serta Disbudparpora yang berhasil merealisasikan taman tersebut dari tahap perencanaan hingga launching.
Sebelumnya, Kepala Disnakertranskop UKM Barito Utara, M. Mastur, mewakili Bupati H. Shalahuddin, menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan taman ini adalah menyediakan ruang publik yang nyaman, sehat, dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain menjadi tempat rekreasi, taman ini juga diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan bagi generasi muda.
“Taman ini adalah persembahan bagi masyarakat. Kami ingin anak-anak dan generasi muda punya tempat belajar tentang lingkungan, sekaligus ruang rekreasi yang aman dan nyaman,” kata Mastur.
DPRD meyakini Taman Wisata Pangku Alam akan menjadi penggerak baru sektor pariwisata Barito Utara sekaligus memperkuat identitas kota yang ramah lingkungan dan inklusif.








