Naruk Saritani Minta PLN Tidak Hanya Fokus di Lemo: Tapen Raya Gunung Timang Juga Butuh Listrik

Anggota DPRD Barito Utara Fraksi PDIP, Naruk Saritani, memberikan tanggapan dalam RDP DPRD Barito Utara bersama PLN Muara Teweh terkait persoalan kelistrikan di sejumlah desa termasuk Tapen Raya, Gunung Timang.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Barito Utara bersama PLN Muara Teweh terkait persoalan gangguan listrik di Desa Lemo dan Desa Pendreh, Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PDIP, Naruk Saritani, menyampaikan pandangan penting agar PLN tidak hanya berfokus pada satu wilayah saja.

Menurutnya, beberapa desa lain juga menunggu kepastian pelayanan listrik yang layak, terutama di Kecamatan Gunung Timang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Lebih ke desa-desa lain Pak, bukan hanya Lemo. Karena kami sebentar lagi reses dan pasti masyarakat akan bertanya. Di Desa Tapen Raya, Kecamatan Gunung Timang, tiang listrik sudah berdiri, tapi sampai sekarang jaringannya tidak ada. Cukup lama Tapen Raya tidak mendapat aliran listrik. Mohon ada penjelasan dari PLN agar saya bisa menjelaskan kepada warga saat turun reses,” ucap Naruk Saritani dalam forum RDP, Kamis (20/11/2025).

Ia menegaskan bahwa warga Tapen Raya sangat menunggu kejelasan. Bukan soal harapan kosong tetapi kepastian teknis dan jadwal realisasi.

“Yang ada hanya tiangnya saja, listrik belum pernah mengalir. Jangan sampai selama ini masyarakat hanya melihat tiang berdiri tapi tidak menikmati lampu. Kami mohon solusi konkret dari PLN,” tegasnya.

RDP Bahas Krisis Tegangan Listrik Drop di Lemo dan Pendreh

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Barito Utara menggelar RDP pada Kamis, 20 November 2025, menanggapi keluhan warga Desa Lemo dan Pendreh yang sudah lama mengalami gangguan listrik serta penurunan tegangan (drop) yang berdampak pada usaha hingga pelayanan publik.

Rapat dihadiri oleh perwakilan tiga desa, PLN ULP Muara Teweh, kepala desa, kecamatan, serta tokoh masyarakat. Pihak PLN memaparkan kendala teknis, termasuk jalur jaringan listrik yang melewati hutan lindung, keterbatasan personel, akses jalan sulit, hingga gangguan pohon tumbang dan cuaca ekstrem.

PLN menyebut rencana pemindahan jaringan ke Bukit Bambu telah disurvei sejak Mei 2025 hingga Oktober 2025. Namun estimasi anggaran mencapai Rp7 miliar sehingga memerlukan dukungan dari pemerintah daerah maupun CSR.

Kesimpulan RDP: Tiga Langkah Penting

Pimpinan rapat, H. Taufik Nugraha, menyampaikan tiga rekomendasi penting:

1. Pihak PLN akan Memperbaiki Pelayanan.

2. DPRD Kabupaten Barito Utara dan Pemerintah Daerah meminta kepada Pihak PLN Unit induk Distribusi Kalselteng untuk segera memindah jalur Listrik dari Desa Pendreh ke Desa Lemo melalui jalur bukit bambu Kelurahan Jingah (Lemo Seberang) ke Desa Lemo I dan desa Lemo II.

3.Penambahan Jaringan Listrik di Desa Lemo Il menuju jalan lintas Provinsi.

Naruk Saritani: Pemerataan Listrik Harus Jadi Komitmen

Menutup tanggapannya, Naruk menegaskan bahwa listrik adalah hak dasar masyarakat, dan pemerataannya tidak boleh menunggu antrean terlalu lama.

“RDP ini harus menjadi pintu solusi, bukan formalitas. Tidak hanya Lemo dan Pendreh, Tapen Raya Gunung Timang juga berhak mendapat penerangan. Masyarakat menunggu, dan kami akan kawal,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *