MUARA TEWEH – Penyelenggaraan Kuntau Cup III se-Barito Utara Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, yang akrab disapa Athink. Ia menilai kejuaraan tersebut menjadi wadah penting untuk meningkatkan kemampuan pesilat sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari daerah.
Menurut Patih Herman, kegiatan olahraga tradisional seperti Kuntau perlu terus dikembangkan karena memiliki dua manfaat sekaligus, yakni pembinaan prestasi olahraga dan pelestarian budaya lokal.
“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Kuntau Cup III ini. Kegiatan seperti ini harus terus didukung karena menjadi wadah bagi para pesilat untuk mengukur kemampuan, meningkatkan pengalaman bertanding, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki,” ujar Patih Herman, Jumat (2/10/2026).
Ia berharap kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan. Dengan adanya kompetisi, para pesilat dapat mengetahui kemampuan masing-masing sekaligus memperbaiki kekurangan melalui latihan yang lebih terarah.
“Kita berharap dari kegiatan ini muncul bibit-bibit pesilat potensial yang nantinya bisa membawa nama baik Kabupaten Barito Utara, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Karena itu, pembinaan jangan berhenti setelah kejuaraan selesai,” katanya.
Kuntau Cup III berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di depan Sekretariat IPSI Barito Utara. Kejuaraan tersebut diikuti 201 peserta dari enam kecamatan, yakni Teweh Tengah sebanyak 103 orang, Teweh Timur 10 orang, Teweh Baru 20 orang, Lahei 53 orang, Lahei Barat 10 orang, dan Gunung Purei lima orang.
Terdapat enam kategori yang dipertandingkan, meliputi Bungaan Perguruan, Kuntau Kreatif, Bapukul Kuntau, Laga atau Tanding, Berpasangan, dan Berkelompok.
Patih Herman menilai banyaknya peserta yang terlibat menunjukkan adanya potensi pembinaan Kuntau di tingkat kecamatan yang dapat terus dikembangkan.
“Partisipasi peserta dari berbagai kecamatan merupakan hal yang menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa Kuntau masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Potensi tersebut harus dijaga melalui pembinaan, latihan rutin, dan dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.
Selain mengejar prestasi, ia mengingatkan agar para pesilat tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan rasa persaudaraan. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam sebuah pertandingan.
“Dalam olahraga, kita memang berusaha meraih kemenangan. Namun, yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, menghormati lawan, menerima hasil pertandingan, dan menjaga persaudaraan. Itulah nilai positif yang harus dibawa oleh setiap pesilat,” tegasnya.
Patih Herman juga menyampaikan penghargaan kepada panitia, pengurus perguruan, pelatih, wasit, juri, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Kuntau Cup III.
Ia berharap pemerintah daerah bersama organisasi olahraga dan perguruan Kuntau terus memperkuat pembinaan sehingga olahraga tradisional tersebut semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet berkualitas.
“Kalau pembinaan dilakukan secara konsisten dan semua pihak saling mendukung, saya yakin Kuntau Barito Utara bisa semakin maju. Kita ingin olahraga ini berprestasi, tetapi pada saat yang sama identitas budaya daerah juga tetap terpelihara,” tutupnya.








