MUARA TEWEH – Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan hingga permukiman di Barito Utara kembali menjadi perhatian serius. DPRD setempat menilai diperlukan langkah konkret dan solusi menyeluruh agar pelayanan kebersihan dapat dirasakan merata oleh masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Nety Herawati, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kenyamanan, kesehatan, hingga wajah kota.
“Permasalahan ini harus dilihat secara komprehensif. Tidak hanya pengangkutan, tetapi juga ketersediaan fasilitas dan penataan lokasi pembuangan,” ujarnya usai mengikuti rapat pembahasan Raperda Pengelolaan Persampahan, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, keluhan masyarakat selama ini cukup beragam, mulai dari keterlambatan pengangkutan sampah, keterbatasan bak penampungan, hingga penumpukan sampah di kawasan pertokoan yang mengganggu aktivitas ekonomi.
Ia juga menyoroti perlunya inovasi dalam sistem pelayanan, terutama untuk menjangkau wilayah permukiman dengan akses jalan sempit.
“Solusi seperti kendaraan pengangkut skala kecil atau motor sampah sangat penting agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke tingkat RT,” jelasnya.
Selain itu, penempatan bak sampah di area strategis juga dinilai perlu ditata ulang agar tidak mengganggu estetika kota dan aktivitas masyarakat.
Lebih lanjut, melalui Raperda Pengelolaan Persampahan yang sedang dibahas, DPRD berharap lahir kebijakan yang benar-benar aplikatif dan mampu menjawab persoalan di lapangan.
“Harapan kami, regulasi ini tidak hanya menjadi aturan, tetapi benar-benar bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya.








