JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk aktif mengawasi harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Hal tersebut disampaikan Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, pengawasan terhadap harga bahan pokok harus dilakukan secara berkelanjutan agar lonjakan harga dapat diantisipasi lebih dini.
“Kita tetap melakukan pemantauan harga hingga memasuki masa libur Lebaran. Dengan demikian kita dapat memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” ujarnya.
Tomsi menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan perbandingan harga dengan daerah sekitar untuk melihat apakah terjadi kenaikan harga yang tidak wajar.
Jika ditemukan perbedaan harga yang signifikan antara satu daerah dengan daerah lainnya, Pemda diminta segera turun langsung ke pasar untuk melakukan pengecekan dan mencari penyebab kenaikan harga tersebut.
“Apabila daerah tetangga tidak mengalami kenaikan harga, tetapi di satu wilayah terjadi lonjakan yang tinggi, maka pemerintah daerah harus segera mengecek kondisi di lapangan,” tegasnya.
Selain pengawasan harga di pasar, Tomsi juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi logistik pangan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk melaporkan kendala distribusi secara rinci agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, laporan yang detail akan memudahkan pemerintah dalam mengambil langkah cepat untuk mengatasi hambatan distribusi pangan.
Rapat koordinasi tersebut turut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, baik secara langsung maupun melalui pertemuan virtual, guna memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
Pemerintah berharap melalui koordinasi yang intensif antara pusat dan daerah, stabilitas harga pangan dapat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang.








