Akses Internet Desa Jadi Prioritas, DPR RI dan Pemprov Kalteng Percepat Transformasi Digital

Anggota DPR RI Andina Theresia Narang bersama Kepala Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana saat kunjungan kerja membahas percepatan akses internet dan literasi digital di Kalimantan Tengah. (TRA/Foto:ENG/MMC Kalteng).
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Upaya percepatan transformasi digital di Kalimantan Tengah terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja reses Anggota DPR RI Komisi I, Andina Theresia Narang, ke Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah pada Senin (5/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kanderang Tingang ini menyoroti pentingnya pemerataan akses internet, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah blank spot yang masih menjadi tantangan pembangunan digital.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, mengungkapkan bahwa hingga awal 2026, pihaknya telah mengusulkan ratusan titik layanan internet melalui program pemerintah pusat.

“Saat ini terdapat 203 titik yang diusulkan untuk akses internet, serta 376 unit layanan internet berbasis satelit yang telah didistribusikan ke desa-desa,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi seperti Base Transceiver Station (BTS) masih menghadapi kendala, terutama terkait faktor geografis dan perhitungan bisnis operator di wilayah terpencil.

Menanggapi hal tersebut, Andina menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan infrastruktur digital Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Kalteng akan mendapatkan tambahan 50 titik akses internet yang akan difokuskan untuk fasilitas publik seperti sekolah dan kantor desa.

“Ini adalah langkah konkret agar masyarakat di daerah dapat merasakan manfaat digitalisasi secara merata,” ujarnya.

Selain infrastruktur, perhatian juga diberikan pada peningkatan literasi digital masyarakat. Andina menyoroti maraknya ancaman di ruang digital seperti judi online dan pinjaman online ilegal yang dapat berdampak pada generasi muda.

Sebagai respons, Diskominfosantik Kalteng menyatakan kesiapan untuk menggencarkan program edukasi digital secara masif di seluruh kabupaten/kota.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan produktif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi di Kalimantan Tengah.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan digital di Bumi Tambun Bungai.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *