Provinsi Kalimantan Tengah, dikenal sebagai Bumi Tambun Bungai, menyimpan potensi pertanian yang besar dengan pendekatan strategis dalam mengelola komoditas unggulan dan menciptakan pola budidaya yang efisien.
Komoditas Pilihan & Strategi Unggul
Padi menjadi komoditas utama, dengan pengembangan varietas unggul seperti PB‑42 dan lokal Siam Epang, yang menargetkan peningkatan produktivitas. Program Food Estate telah menghasilkan padi produktif mencapai 5,2 ton/ha, menjadikan Kalteng role model lumbung pangan nasional.
Jagung dipacu sebagai bahan baku pakan ternak melalui pembangunan pabrik pakan se-kabupaten berdampingan dengan program percepatan panen jagung intensif .
Komoditas hortikultura seperti bawang, cabe, dan lainnya juga menunjukkan peningkatan, dengan volume panen yang terus naik dari tahun ke tahun.
Upaya Modernisasi & Dukungan Pemerintah
Program inovatif Pemprov seperti Kartu Tani Berkah (mulai 2024) memberikan bantuan Rp 500.000 per petani untuk kebutuhan pertanian (pupuk, pestisida, kapur) serta akses alsintan seperti mesin panen dan mesin perontok padi melalui Rumah Tani Rakyat (RTR) dan Rumah Makan Pangan Masyarakat (RMP).
Meskipun jumlah penyuluh masih terbatas rata-rata satu penyuluh mendampingi dua kecamatan peran mereka tetap krusial sebagai ujung tombak transformasi pertanian.
Zonasi & Karakter Wilayah
Wilayah Timur Kalteng memanfaatkan bendungan seperti Karau dan Tampa untuk ekspansi lahan pertanian, baik ekstensifikasi maupun intensifikasi.
Wilayah Tengah didorong menjadi pusat tanaman pangan, seperti padi dan jagung.
Wilayah Barat diarahkan ke sektor peternakan dan perikanan, seperti budidaya udang vaname dan integrasi ternak lokal lainnya.
Infrastruktur lahan terbatas, distribusi pupuk dan bahan produksi tidak merata, serta ketidakharmonisan regulasi agraria masih menjadi hambatan utama.
Terdapat persoalan adaptasi pola tanam seperti program tanam tiga kali per tahun di Food Estate yang belum cocok dengan kondisi lokal dan berisiko terhadap gangguan hama dan cuaca.
Namun, penerapan ekonomi hijau dan pendekatan berkelanjutan semakin mendapat sorotan sebagai arah masa depan pertanian Kalteng.
Bumi Tambun Bungai telah menunjukkan arah pertanian modern yang menjanjikan melalui kombinasi antara kebijakan dukungan, teknologi, dan diversifikasi komoditas. Agenda keberlanjutan dan sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci agar potensi pertanian di Kalimantan Tengah dapat dimaksimalkan serta memberikan manfaat optimal bagi petani lokal dan ketahanan pangan nasional.








