Aliansi Masyarakat Barito Utara Bersatu untuk Demokrasi mengumumkan penundaan aksi damai yang semula dijadwalkan pada 15 September 2025. Rencana aksi tersebut digeser ke tanggal 17 September, menyusul masukan dari pihak keamanan.
Dalam keterangan yang disampaikan perwakilan aliansi, keputusan ini diambil setelah adanya informasi dari aparat keamanan terkait potensi besarnya jumlah massa yang diperkirakan mencapai 5.000 orang. Demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama, aliansi memilih untuk menunda jadwal pelaksanaan aksi.
“Dengan kepercayaan kami kepada pihak keamanan yang memberikan masukan, kami menghargai mereka. Oleh karena itu, aksi yang tadinya tanggal 15 kami tunda sementara, bukan dibatalkan,” ujar perwakilan Aliansi Masyarakat Barito Utara Bersatu, M Syalim dalam keterangannya.
Aliansi menegaskan bahwa penundaan ini tidak berarti pembatalan. Aksi damai tetap akan dilaksanakan, dan seluruh koordinator di sembilan kecamatan akan segera mendapatkan informasi resmi terkait penyesuaian jadwal.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Barito Utara Bersatu untuk Demokrasi juga menyatakan dukungan terhadap keputusan KPUD Barito Utara sebagaimana diberitakan oleh Kalimantan News. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen aliansi untuk mengawal proses demokrasi di daerah.
Dengan penundaan ini, aliansi berharap pelaksanaan aksi damai nantinya dapat berjalan lebih tertib, aman, serta tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi di Kabupaten Barito Utara.








