Jiham Nur Soroti Desa-Desa Lain di Barito Utara: Banyak Jaringan Sudah Tidak Memenuhi Syarat

Anggota DPRD Barito Utara Fraksi Demokrat, Jiham Nur, A.Md, menyampaikan pandangan dalam RDP DPRD Barito Utara bersama PLN Muara Teweh, menyoroti desa-desa lain yang masih terkendala jaringan listrik tidak layak.
banner 468x60

MUARA TEWEH – Tidak hanya Desa Lemo dan Pendreh, sejumlah desa lain di Kabupaten Barito Utara juga dinilai membutuhkan perhatian serius terkait pelayanan listrik. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi Demokrat, Jiham Nur, A.Md, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD bersama PLN Muara Teweh, Kamis (20/11/2025).

Dalam tanggapannya, ia menekankan bahwa persoalan jaringan listrik tidak hanya mengenai gangguan tegangan drop, tetapi juga soal jaringan lama yang tidak layak dan keterbatasan kapasitas untuk penambahan KWH maupun trafo.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami berharap perhatian PLN tidak hanya di Lemo. Di dapil saya, ada empat kecamatan dan banyak desa sudah terhubung jalur induk PLN 24 jam, tapi dulunya pakai diesel. Permasalahan sekarang, banyak jaringan yang sudah tidak memenuhi syarat untuk penambahan KWH maupun trafo,” ujar Jiham Nur.

Ia bahkan mengusulkan agar PLN kembali melakukan pengebrekan jaringan besar-besaran, seperti dulu saat masa Menteri BUMN Dahlan Iskan.

“Kalau bisa seperti zaman Pak Dahlan Iskan dulu, ada gebrakan besar untuk peremajaan jaringan. Contohnya di Teweh Timur ada empat desa yang tertahan karena jaringan terlalu kecil. Mau pasang KWH pun prosesnya lama sekali,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menghambat pelayanan desa, tetapi juga berpotensi memperlambat ekonomi masyarakat desa.

“Di Lemo jelas beberapa hari ini sering mati lampu, tapi di tempat lain pun sama sebenarnya. Maka perlu langkah menyeluruh, bukan parsial,” tambahnya.

RDP Bahas Solusi Konkret

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Barito Utara menggelar RDP sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait gangguan listrik di Desa Lemo dan Pendreh. PLN Muara Teweh mengaku kesulitan dalam teknis lapangan karena akses jaringan melewati kawasan hutan lindung, keterbatasan jumlah personel, serta jalan rusak yang membuat mobilitas petugas terganggu.

RDP menghasilkan tiga kesimpulan utama:

1. PLN berkomitmen meningkatkan pelayanan dan respons gangguan listrik.

2. Pemindahan jalur listrik dari Desa Pendreh ke Lemo melalui jalur Bukit Bambu, Kelurahan Jingah.

3. Penambahan jaringan listrik dari Desa Lemo II menuju jalan lintas provinsi.

Jiham Nur: Pemerataan Listrik Harus Jadi Komitmen Bersama

Menutup pernyataannya, Jiham Nur menegaskan bahwa pemerataan listrik desa-desa di Barito Utara harus menjadi komitmen bersama DPRD, pemerintah, dan PLN.

“Ketika jaringan sudah tidak layak, tapi permintaan listrik terus meningkat, itu masalah besar. Maka perlu pendataan ulang dan solusi cepat di lapangan. Jangan sampai desa-desa terpencil tertinggal dalam urusan kelistrikan,” ujarnya.

Ia berharap hasil RDP ini menjadi dasar bagi PLN untuk menyusun roadmap perbaikan jaringan kelistrikan secara merata di seluruh desa Barito Utara.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *