JAKARTA — Kreator konten sekaligus pengusaha Arief Muhammad berbagi pengalaman tentang bagaimana teknologi AI, terutama Gemini di Galaxy Z Series, mengubah cara kerjanya dari sekadar improvisasi menjadi proses bisnis yang lebih terukur dan efisien.
Arief mengaku dulu sangat mengandalkan intuisi ketika memulai bisnis, termasuk saat membuka Sate Taichan tanpa riset mendalam. Pengalaman tersebut kemudian menjadi titik balik baginya untuk menjalankan bisnis berbasis data, bukan sekadar feeling.
Kini, dengan Galaxy Z Fold7 yang terintegrasi dengan Gemini Deep Research, proses riset yang sebelumnya membutuhkan banyak langkah dapat dilakukan hanya dengan satu prompt. Mulai dari analisis tren, riset kompetitor, insight audiens hingga rekomendasi kampanye, semua tersedia dalam hitungan detik.
“Sekarang saya bisa fokus di ide besar tanpa harus terjebak proses riset yang panjang,” ujar Arief.
Fitur seperti Gemini Live Share Screen dan Gemini Canvas membuat proses brainstorming semakin cepat. AI dapat melakukan analisis langsung dari layar pengguna, menyusun mock-up, visual awal, hingga moodboard hanya dari deskripsi kreator.
Samsung Indonesia menilai kemampuan prompting menjadi kunci utama. Semakin spesifik instruksi, semakin akurat hasil analisis yang diberikan Gemini.
Galaxy Z Fold7 sendiri hadir sebagai perangkat premium yang memadukan performa AI, layar besar, dan fitur multitasking yang memadai untuk kreator visual dan pebisnis digital.








