MUARA TEWEH – Pembentukan Asosiasi Bawi Dayak Budaya dan Wisata (ASBADATA) Kabupaten Barito Utara diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal di daerah tersebut.
Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani, menilai kehadiran organisasi ini memiliki peran penting dalam memperkuat eksistensi budaya Dayak sekaligus memberdayakan perempuan sebagai penjaga tradisi.
Menurutnya, perempuan Dayak selama ini memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya.
“ASBADATA diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat peran perempuan Dayak dalam melestarikan budaya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Naruk Saritani, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa kekayaan budaya Barito Utara sangat beragam, mulai dari adat istiadat, seni tari, musik tradisional, bahasa daerah, hingga kerajinan tangan khas Dayak. Potensi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.
Selain itu, Naruk Saritani juga mendorong agar ASBADATA dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam mempromosikan potensi budaya lokal sehingga dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
DPRD Barito Utara, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program yang bertujuan memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kami berharap organisasi ini mampu menjadi wadah bagi perempuan Dayak untuk berkarya, berinovasi, serta memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas,” pungkasnya.








