MUARA TEWEH – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus terjadi di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, sejak Sabtu (22/11/2025) hingga Rabu (3/12/2025). Kondisi ini berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi, UMKM, dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah titik dan pengecer BBM eceran. Sementara itu, harga BBM melonjak tajam di tingkat pengecer, dengan harga Pertalite mencapai Rp25.000 per liter, sedangkan Pertamax tembus Rp27.000 per liter.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi ini karena sangat membebani ekonomi masyarakat kecil.
“Kami sangat kesulitan. Untuk bekerja saja sekarang harus keluar biaya lebih besar karena harga BBM mahal. Kami minta pemerintah segera turun tangan,” ujar salah seorang warga Muara Teweh, Muhamad Nur.
Kurangnya pasokan BBM juga disebut menyebabkan terganggunya aktivitas angkutan umum, ojek, hingga distribusi barang ke pasar-pasar tradisional. Tak sedikit pengusaha kecil mengaku terpaksa mengurangi aktivitas usaha karena tingginya harga bahan bakar.
Masyarakat berharap Pemerintah Daerah Barito Utara bersama pihak Pertamina segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk menormalkan kembali pasokan BBM, agar kondisi ini tidak semakin memperparah tekanan ekonomi warga.
Selain itu, warga juga meminta agar dilakukan pengawasan ketat terhadap praktik penimbunan dan permainan harga di lapangan, yang diduga turut memperparah kelangkaan BBM.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan BBM serta kapan distribusi akan kembali normal di Muara Teweh.








