Gubernur Kalteng Terima Aspirasi Buruh, Perkuat Dialog untuk Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyampaikan arahan sekaligus berdialog dengan perwakilan serikat pekerja dan buruh pada Forum Dialog Hari Buruh Internasional 2026 di Istana Isen Mulang, Palangka Raya.
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menerima langsung aspirasi para pekerja dan serikat buruh dalam forum dialog yang digelar di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (1/5/2026). Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 ini menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan perwakilan buruh.

Dalam arahannya, Gubernur Agustiar Sabran mengapresiasi langkah serikat pekerja yang memilih jalur dialog sebagai sarana menyampaikan aspirasi dibandingkan aksi demonstrasi. Menurutnya, komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi yang lebih efektif tanpa mengganggu stabilitas daerah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami sangat mengapresiasi semangat berdiskusi seperti ini. Dengan dialog, kita dapat membahas substansi persoalan sekaligus mencari solusi terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, setiap penyampaian aspirasi hendaknya tetap mengedepankan kepentingan daerah serta menjaga situasi yang aman dan kondusif. Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memegang teguh nilai kebersamaan dan persatuan yang menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan Tengah melalui falsafah Huma Betang.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut menjelaskan kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan akibat keterbatasan anggaran. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap berkomitmen menjalankan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pekerja.

Salah satu komitmen yang ditegaskan ialah mendorong perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Tengah.

Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah melalui program kuliah gratis dan berbagai bantuan sosial sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Dalam forum tersebut, perwakilan serikat buruh menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pelaksanaan upah minimum, perlindungan pekerja outsourcing, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, hingga pengawasan terhadap jam kerja dan kesejahteraan pekerja.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, unsur Forkopimda menyatakan siap memperkuat pengawasan serta menindaklanjuti berbagai pelanggaran ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk perusahaan yang belum memberikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerjanya.

Dialog berlangsung hangat dan interaktif dengan semangat membangun kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha. Melalui forum ini diharapkan hubungan industrial di Kalimantan Tengah semakin harmonis, produktif, serta mampu mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (TRA/Foto:AGM)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *