Bupati terpilih H. Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan tahun 2025-2030 menyiapkan seratus hari kerja pertama mereka dengan langkah cepat. Dalam Rapat Koordinasi Penyelarasan Visi, Misi, dan Program yang digelar di Ruang Rapat A Setda, Senin (22/9/2025), keduanya menegaskan kesiapannya bersama jajaran SKPD.
Rapat yang dipimpin Pj Bupati Indra Gunawan itu juga dihadiri Sekda Drs. Muhlis, asisten setda, staf ahli, seluruh kepala perangkat daerah, dan jajaran FKPD.
Shalahuddin menegaskan, pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami ingin program 100 hari ini menyentuh hal yang benar-benar dibutuhkan warga. Infrastruktur diperbaiki secara fungsional dulu agar bisa segera digunakan, sambil terus menyusun program jangka panjang,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta agar SKPD tidak memusatkan pembangunan hanya di kota, tapi merata hingga desa-desa. Efisiensi anggaran juga menjadi perhatian belanja operasional yang belum mendesak seperti kendaraan dinas akan dievaluasi agar dana bisa dialihkan ke program prioritas.
Langkah ini disambut positif masyarakat. Leni, warga Teweh Baru yang memiliki dua anak usia sekolah, mengaku gembira mendengar rencana pendidikan gratis 16 tahun. “Kalau benar-benar terealisasi, kami sangat terbantu. Biaya sekolah sering jadi beban keluarga. Semoga anak-anak kami bisa sekolah tanpa khawatir biaya,” ujarnya.
Sementara itu, Yanto, petani karet di Teweh Tengah, menyoroti rencana perbaikan jalan tembus antarkecamatan. “Jalan rusak sudah lama jadi kendala kami mengangkut hasil kebun. Kalau diperbaiki, hasil tani bisa cepat sampai ke pasar. Harapan kami besar sekali,” katanya.
Selain program 100 hari, Shalahuddin–Felix memaparkan visi besar lima tahun ke depan untuk mewujudkan Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan. Misi mereka mencakup peningkatan SDM yang sehat dan cerdas, pembangunan infrastruktur merata, hingga penguatan peran adat dan budaya lokal.
Program unggulan yang mereka siapkan meliputi Pendidikan gratis 16 tahun dan beasiswa prestasi, BPJS gratis dan layanan kesehatan prima, Bantuan alat berat untuk desa serta pembangunan balai pelatihan tenaga kerja, Santunan duka, bantuan persalinan, dan dukungan bagi lansia serta disabilitas, Insentif bagi guru, pengurus adat, aparat desa, dan pengurus tempat ibadah serta Penyediaan ambulans desa dan sarana air bersih di kelurahan/desa.
Pj Bupati Indra Gunawan menekankan, penyusunan RPJMD sebagai dasar pembangunan lima tahun harus segera diselaraskan. “RPJMD wajib ditetapkan enam bulan setelah pelantikan. Karena itu, koordinasi sejak dini sangat penting agar program berjalan efektif,” jelasnya.
Dengan langkah awal yang cepat, masyarakat berharap kepemimpinan baru di Barito Utara mampu mewujudkan janji dan menghadirkan perubahan nyata. “Yang penting, jangan hanya di atas kertas. Kami menunggu bukti di lapangan,” tutur Nani, pedagang pasar di Muara Teweh.








