Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional menjelang Hari Raya Idulfitri dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada posisi yang sangat memadai.
Hal tersebut disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar di Aula Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026). Rapat tersebut juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, karena hal tersebut justru dapat memicu gangguan distribusi dan berpotensi memengaruhi stabilitas harga di pasar.
“Ketersediaan pangan kita cukup, terutama beras. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau membeli secara berlebihan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki cadangan beras nasional sekitar 4 juta ton. Dari jumlah tersebut, pemerintah melalui Perum Bulog baru menyalurkan sekitar 1 juta ton melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa stok beras nasional masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa waktu ke depan.
Selain itu, Mendagri juga meminta pemerintah daerah untuk aktif menjaga stabilitas harga menjelang hari raya dengan memperkuat koordinasi bersama distributor, pedagang pasar, dan pihak terkait lainnya.
Kepala daerah juga didorong untuk rutin menggelar Gerakan Pasar Murah guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Peran pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan masyarakat merasa tenang karena ketersediaan bahan pokok tetap aman,” katanya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sehingga masyarakat dapat menjalani Idulfitri dengan nyaman.








