PALANGKA RAYA — Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lonjakan signifikan pergerakan penumpang selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Berdasarkan hasil monitoring Posko Pengawasan Angkutan, total pergerakan penumpang mencapai 150.356 orang dalam rentang waktu 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Dari total tersebut, moda transportasi udara menjadi pilihan utama masyarakat dengan jumlah penumpang mencapai 91.428 orang atau sekitar 60,8 persen. Disusul transportasi darat sebanyak 36.498 penumpang dan transportasi laut sebanyak 22.430 penumpang.
Terminal W.A Gara tercatat sebagai titik keberangkatan darat tertinggi dengan 20.893 penumpang, diikuti Terminal Natai Suka, Terminal Patih Rumbih, dan Terminal Sanggu. Sementara pada sektor udara, Bandara Tjilik Riwut menjadi penyumbang terbesar dengan 49.824 penumpang, diikuti Bandara Iskandar, Bandara H. Asan, dan Bandara H. Muhammad Sidik.
Untuk transportasi laut, Pelabuhan Panglima Utar mencatat jumlah penumpang tertinggi sebanyak 16.536 orang, disusul Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Bahaur.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan angkutan Nataru berjalan dengan aman dan lancar. Ia menegaskan bahwa data tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi ke depan.
“Monitoring ini menjadi dasar penting dalam memperkuat sistem pengawasan serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam menggunakan transportasi,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu, (7/1/2025).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan layanan transportasi yang andal, aman, dan merata, khususnya pada momen-momen penting seperti libur panjang nasional.








