Batara Expo 2025 kembali digelar dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Dalam partisipasinya di Kalteng Expo 2025 yang berlangsung di Palangka Raya, Barito Utara menampilkan berbagai produk khas—dari teh bajakah, madu kalulut, hingga anyaman rotan. Pemerintah menyebut kegiatan ini sebagai “langkah strategis memperluas pasar UMKM.” Tapi seberapa strategiskah langkah ini, dan siapa yang benar-benar diuntungkan?
Dari sisi tampilan, stan-stan Batara memang menunjukkan keunggulan estetika dan potensi budaya lokal. Namun kita harus bertanya lebih dalam: apakah hasilnya nyata bagi pelaku UMKM, ataukah ini sekadar etalase politik pembangunan?
UMKM Masih Hadapi Tantangan Struktural
Banyak pelaku UMKM yang sebenarnya belum siap bersaing di luar daerah. Tantangan seperti kualitas produk, legalitas, perizinan usaha, hingga akses terhadap pembiayaan masih menjadi masalah klasik. Batara Expo seharusnya tidak hanya menjadi tempat “pameran”, tapi juga ruang intervensi konkret: pelatihan, pendampingan usaha, dan fasilitasi modal.
Sayangnya, sebagian besar expo di Indonesia, termasuk di daerah seperti Barito Utara, masih berfokus pada output visual: ramai, megah, meriah. Tapi dampak jangka panjangnya kerap tak terukur. Adakah laporan pasca-event soal omzet UMKM? Berapa banyak transaksi? Berapa UMKM yang berhasil ekspor atau menjalin kerja sama baru?
Harapan Terhadap Evaluasi dan Konsistensi
Pemerintah memang patut diapresiasi karena memfasilitasi UMKM lokal agar tampil di ajang regional. Namun, keberhasilan expo tidak bisa hanya dinilai dari jumlah stan yang berdiri atau tamu undangan yang hadir. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan: apakah produk yang dipamerkan memang dibeli atau hanya dilirik? Apakah pelaku usaha diberikan data pengunjung, pelatihan branding, dan peluang pasarnya?
Batara Expo 2025 seharusnya menjadi titik balik, bukan rutinitas tahunan. Tahun depan, akan lebih baik jika Expo bukan sekadar bagian dari seremoni HUT Kabupaten, tapi betul-betul dikaitkan dengan program UMKM jangka panjang yang berdampak nyata bagi ekonomi lokal.
Penutup: Dari Panggung Menuju Aksi
Apresiasi tetap layak diberikan kepada Pemkab Barito Utara atas upaya mengenalkan produk lokal. Namun kritik konstruktif juga perlu disampaikan agar acara semacam ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka.
Batara Expo harus menjadi panggung yang tidak hanya mengangkat produk, tapi juga mengangkat nasib pelaku UMKM. Dan itu membutuhkan lebih dari sekadar baliho besar dan musik panggung—melainkan kebijakan yang konsisten dan tepat sasaran.








