KASONGAN – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke‑23 Kabupaten Katingan di halaman Kantor Bupati. Momentum ini menjadi panggung refleksi pencapaian daerah dan penegasan arah kebijakan pemerintahan inklusif di seluruh wilayah provinsi.
Agustiar menyampaikan apresiasi atas kemajuan Katingan, berkat kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan warga. Ia menegaskan bahwa pembangunan harus “berlandaskan kebersamaan, keterbukaan, dan keadilan sosial”, serta menolak diskriminasi berdasarkan “agama, suku, ras, maupun pilihan politik”.
Gubernur mengungkapkan persiapan peluncuran Kartu Huma Betang pada 2026. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial bagi masyarakat desa dan pedalaman. “Kami tidak ingin anak-anak pedalaman tidak bisa bersekolah, tidak memperoleh layanan kesehatan, atau hidup dalam keterbatasan,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Agustiar menekankan pentingnya pembangunan berbasis budaya lokal dan peningkatan martabat masyarakat Dayak, sesuai filosofi Huma Betang dan semangat Manggatang Utus. “Masyarakat Dayak harus menjadi tuan di tanah sendiri, tumbuh sejahtera tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.
Gubernur juga mendukung program nasional seperti makan bergizi gratis, ketahanan pangan, koperasi Merah Putih, dan sekolah rakyat – termasuk implementasi koperasi di desa. Ia berharap program koperasi ini dapat menyuplai kebutuhan pokok dan memberdayakan ekonomi lokal.
Peringatan Hari Jadi ke‑23 Katingan menjadi momen strategis untuk menjaga semangat persatuan dan keadilan dalam membangun Kalimantan Tengah. Lewat program digital inklusif seperti Kartu Huma Betang serta pengembangan ekonomi desa dan budaya lokal, Pemprov Kalteng memperkuat fondasi provinsi yang berkah, sejahtera, bermartabat, dan tanpa sekat SARA.








